{"id":9367,"date":"2025-10-03T03:21:00","date_gmt":"2025-10-02T20:21:00","guid":{"rendered":"https:\/\/bbpmpjatim.kemdikbud.go.id\/main\/?p=9367"},"modified":"2025-11-25T02:10:13","modified_gmt":"2025-11-24T19:10:13","slug":"9367-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbpmpjatim.kemendikdasmen.go.id\/main\/9367-2\/","title":{"rendered":"Ini Dua Tema Utama Sayembara 7 KAIH Kemendikdasmen"},"content":{"rendered":"\n<p>Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) meluncurkan Sayembara Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), sebuah ajang yang bertujuan menginspirasi penerapan kebiasaan baik di kalangan anak-anak Indonesia. <\/p>\n\n\n\n<p>Sayembara ini merupakan bagian dari Bulan Bahasa yang diperingati setiap Oktober, yang juga bertepatan dengan peringatan Hari Ayah pada 12 November dan Hari Ibu pada 22 Desember. <\/p>\n\n\n\n<p>Melalui momentum ini, diharapkan bisa menumbuhkan semangat literasi, memperkuat budaya bahasa, serta meneguhkan rasa cinta dan hormat anak kepada orang tua.<\/p>\n\n\n\n<p>Sayembara 7 KAIH memiliki dua tema utama yang menjadi fokus utama kompetisi ini. <\/p>\n\n\n\n<p>Tema pertama adalah &#8220;Cerita Praktik Baik di Satuan Pendidikan dan Pemerintah Daerah,&#8221; yang bertujuan untuk membagikan inovasi dan praktik baik dalam penerapan Gerakan 7 KAIH di tingkat sekolah dan pemerintah daerah. <\/p>\n\n\n\n<p>Tema kedua adalah &#8220;Bakti dalam Warna dan Kata: Karya Anak untuk Ibu dan Ayah,&#8221; yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan cinta dan hormat kepada orang tua melalui karya gambar dan tulisan. <\/p>\n\n\n\n<p>Kedua tema tadi mengajak seluruh peserta untuk menunjukkan kontribusi mereka dalam membangun karakter bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p>Suharti, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, menjelaskan bahwa sayembara ini bukan hanya ajang lomba, tetapi sebuah gerakan budaya yang bertujuan memperkuat karakter bangsa. <\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, Sayembara 7 KAIH adalah ruang bagi masyarakat untuk berbagi inspirasi dan praktik baik dalam membentuk kebiasaan positif di kalangan anak-anak Indonesia. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe title=\"Webinar Solusi (Sosialisasi dan Diskusi) Sayembara 7 KAIH\" width=\"1290\" height=\"726\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/Kc4R0T6d4YM?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p>Dengan mengajak sekolah, pemerintah daerah, orang tua, dan seluruh masyarakat untuk menumbuhkan kebiasaan baik, Kemendikdasmen berharap bisa melahirkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendaftaran sayembara ini dibuka pada 1 Oktober 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, dan akan ditutup pada 26 Oktober 2025. <\/p>\n\n\n\n<p>Semua peserta yang tertarik untuk mengikuti lomba dapat mengakses panduan teknis, ketentuan lomba, dan detail kegiatan melalui laman resmi Puspeka di <a href=\"https:\/\/cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id\/sayembara7kaih\"><strong>https:\/\/cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id\/sayembara7kaih<\/strong><\/a>. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain menjadi ruang berbagi inspirasi, peserta sayembara juga berkesempatan meraih penghargaan nasional yang bisa memperkuat semangat mereka dalam berkontribusi pada perkembangan karakter bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk kategori &#8220;Cerita Praktik Baik,&#8221; satu karya terbaik dari setiap kategori satuan pendidikan akan memperoleh hadiah sebesar Rp1.000.000 (belum dipotong pajak) dan piagam penghargaan sebagai bentuk pengakuan atas praktik baik yang telah dilakukan. <\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan untuk kategori &#8220;Bakti untuk Ibu dan Ayah,&#8221; sepuluh karya terbaik dari setiap kategori menggambar dan menulis akan mendapatkan hadiah yang sama, yaitu Rp1.000.000 dan sertifikat penghargaan. <\/p>\n\n\n\n<p>Penghargaan di atas diharapkan bisa memberi motivasi bagi peserta untuk terus berinovasi dan memberikan yang terbaik bagi perkembangan karakter bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p>Karya-karya terbaik dari kategori &#8220;Cerita Praktik Baik&#8221; akan dikompilasi dan dipublikasikan dalam sebuah Buku Praktik Baik 7 KAIH. Buku ini nantinya akan disebarluaskan sebagai referensi inspiratif bagi masyarakat luas.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, karya terbaik dari kategori &#8220;Bakti untuk Ibu dan Ayah&#8221; yang berupa gambar akan dipamerkan di Ruang Murid di Rumah Pendidikan, sebuah ruang yang bertujuan untuk mengapresiasi kreativitas anak-anak Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Putri Utami, berharap sayembara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi dan ekspresi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pendidikan. <\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, Sayembara 7 KAIH adalah langkah nyata untuk memperkuat karakter bangsa dan mendorong lahirnya generasi Indonesia Emas 2045, yang akan membawa negara ini menuju kemajuan di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui Sayembara 7 KAIH, Kemendikdasmen mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan, orang tua, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menumbuhkan kebiasaan baik sebagai budaya bangsa. <\/p>\n\n\n\n<p>Gerakan ini diharapkan dapat terus berkembang, meluas, dan memberikan dampak positif yang nyata bagi lahirnya generasi Indonesia Emas 2045 yang sehat, cerdas, dan berkarakter. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan adanya kolaborasi antara sekolah, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan karakter bangsa dapat terus terjaga dan ditumbuhkan sejak dini melalui kebiasaan-kebiasaan positif yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Sayembara ini juga menjadi sarana bagi anak-anak untuk berperan aktif dalam memperkuat rasa cinta dan hormat mereka kepada orang tua, sebagai landasan dalam membangun karakter bangsa. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan melibatkan anak-anak dalam kegiatan seperti ini, mereka diberi kesempatan untuk mengekspresikan perasaan mereka melalui karya-karya yang menggambarkan rasa syukur dan kasih sayang kepada orang tua. <\/p>\n\n\n\n<p>Di samping itu, kegiatan ini juga berperan penting dalam mendorong penguatan literasi di kalangan anak-anak, sehingga mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemendikdasmen berkomitmen untuk terus melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam membangun karakter anak-anak Indonesia. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan melibatkan orang tua, sekolah, dan masyarakat luas dalam proses pendidikan karakter ini, diharapkan generasi penerus bangsa dapat tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang berbudi pekerti luhur, memiliki rasa tanggung jawab, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. <\/p>\n\n\n\n<p>Melalui gerakan seperti Sayembara 7 KAIH, Kemendikdasmen berharap pendidikan karakter dapat menjadi fondasi yang kokoh dalam menciptakan Indonesia yang lebih baik di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Program seperti ini tidak hanya mengedepankan aspek akademis, tetapi juga memperhatikan pentingnya pembentukan karakter sejak usia dini. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memperkenalkan kebiasaan-kebiasaan positif yang dapat menjadi bagian dari budaya sehari-hari, diharapkan anak-anak Indonesia dapat tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya unggul dalam bidang ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan demikian, Sayembara 7 KAIH bukan hanya sekadar lomba, tetapi sebuah gerakan untuk menciptakan perubahan yang lebih besar dalam pendidikan karakter di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"818\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/bbpmpjatim.kemdikbud.go.id\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/download-1-1-818x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-9369\" srcset=\"https:\/\/bbpmpjatim.kemendikdasmen.go.id\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/download-1-1-818x1024.jpeg 818w, https:\/\/bbpmpjatim.kemendikdasmen.go.id\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/download-1-1-240x300.jpeg 240w, https:\/\/bbpmpjatim.kemendikdasmen.go.id\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/download-1-1-768x961.jpeg 768w, https:\/\/bbpmpjatim.kemendikdasmen.go.id\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/download-1-1.jpeg 1023w\" sizes=\"(max-width: 818px) 100vw, 818px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"818\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/bbpmpjatim.kemdikbud.go.id\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/download-2-818x1024.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-9368\" srcset=\"https:\/\/bbpmpjatim.kemendikdasmen.go.id\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/download-2-818x1024.webp 818w, https:\/\/bbpmpjatim.kemendikdasmen.go.id\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/download-2-240x300.webp 240w, https:\/\/bbpmpjatim.kemendikdasmen.go.id\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/download-2-768x961.jpeg 768w, https:\/\/bbpmpjatim.kemendikdasmen.go.id\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/download-2.webp 1023w\" sizes=\"(max-width: 818px) 100vw, 818px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>(Sumber catatan: <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/live\/Kc4R0T6d4YM?si=iMQEq0XIFZnbVpwl\">Kanal You Tube Puspeka Kemendikdasmen<\/a>\/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari <a href=\"https:\/\/www.kemendikdasmen.go.id\/siaran-pers\/13790-sayembara-7-kebiasaan-anak-indonesia-hebat-sebagai-ajang-kre\">Kemendikdasmen<\/a>)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) meluncurkan Sayembara Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), sebuah ajang yang bertujuan menginspirasi penerapan kebiasaan baik di kalangan anak-anak Indonesia. Sayembara ini merupakan bagian dari Bulan Bahasa yang diperingati setiap Oktober, yang juga bertepatan dengan peringatan Hari Ayah pada 12 November dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9370,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9367","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"blocksy_meta":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbpmpjatim.kemendikdasmen.go.id\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9367","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbpmpjatim.kemendikdasmen.go.id\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbpmpjatim.kemendikdasmen.go.id\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbpmpjatim.kemendikdasmen.go.id\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbpmpjatim.kemendikdasmen.go.id\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9367"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/bbpmpjatim.kemendikdasmen.go.id\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9367\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10356,"href":"https:\/\/bbpmpjatim.kemendikdasmen.go.id\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9367\/revisions\/10356"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbpmpjatim.kemendikdasmen.go.id\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9370"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbpmpjatim.kemendikdasmen.go.id\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9367"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbpmpjatim.kemendikdasmen.go.id\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9367"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbpmpjatim.kemendikdasmen.go.id\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9367"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}