Dua Hal yang Juga Menentukan Suksesnya Pelaksanaan Program: Optimalisasi Anggaran dan Kepastian Tak Ada Penyalahgunaan Anggaran

Program revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah menunjukkan komitmen besar untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih berkualitas, merata, dan berkeadilan di seluruh Indonesia.

Rapat Koordinasi Kepala Daerah yang digelar di Tangerang pada 13 November 2025 menegaskan pentingnya sinergi yang solid dan berkelanjutan antara pusat dan daerah dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu untuk semua anak Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa program revitalisasi dan digitalisasi ini adalah bagian dari upaya besar pemerintah untuk mewujudkan pendidikan sesuai amanat konstitusi dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003.

Ia menekankan bahwa revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran adalah dua program prioritas yang langsung diamanahkan oleh Presiden Joko Widodo kepada Kemendikdasmen.

Menurutnya, kesuksesan program ini sangat bergantung pada kerjasama yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah serta komitmen semua pihak untuk mengoptimalkan anggaran dan memastikan tidak ada penyalahgunaan dalam implementasinya.

Dalam program ini, terdapat sejumlah langkah konkret yang sedang dilaksanakan, seperti pengadaan perangkat teknologi pendidikan.

Menteri Mu’ti menjelaskan bahwa pada tahun 2025, sebanyak 288.865 satuan pendidikan akan mendapat dukungan, dengan lebih dari 145.000 unit papan interaktif digital sudah tiba di sekolah-sekolah dan 47.689 unit lainnya dalam perjalanan.

Baca juga: Wamen Fajar: Budaya Literasi Membantu Murid Memulihkan Kesehatan Mental, Partisipasi Semesta Kunci Utama Sukseskan PAUD Bermutu dan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah, Mendikdasmen Imbau Semua Pihak Cegah dan Atasi Perundungan dengan Responsif dan Hati-hati dan Investasi PAUD Jadi Strategi Cerdas Bangun SDM Unggul

Hal di atas menunjukkan bahwa digitalisasi pembelajaran tidak hanya soal penyediaan perangkat, tetapi juga mencakup pelatihan guru dan penyediaan bahan ajar yang akan meningkatkan kualitas pembelajaran di seluruh Indonesia.

Muhammad Qodari, Kepala Kantor Staf Kepresidenan, juga menyampaikan pentingnya memastikan bahwa revitalisasi sekolah benar-benar meningkatkan kualitas pendidikan. Ia menekankan bahwa revitalisasi sekolah dan digitalisasi harus mampu membawa pendidikan Indonesia ke level yang lebih tinggi, dengan tujuan mencetak calon-calon pemimpin masa depan.

Qodari mengajak seluruh pihak untuk menjadikan program ini sebagai prioritas utama dan terus bekerja keras dengan semangat gotong royong demi Indonesia Emas 2045.

Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menekankan bahwa kesuksesan revitalisasi pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan anggaran, tetapi juga oleh partisipasi aktif masyarakat dan daerah.

Ia menyebutkan bahwa kebijakan pendidikan, baik dalam bentuk revitalisasi maupun digitalisasi, harus memastikan agar setiap anak Indonesia bisa belajar dengan bahagia dan bermakna.

Komisi X DPR RI, menurutnya, akan terus mengawal kebijakan ini melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, untuk memastikan bahwa semua kebijakan berpihak pada peserta didik dan tenaga pendidik di seluruh Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menambahkan bahwa rapat koordinasi ini bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan revitalisasi dan digitalisasi pembelajaran dengan kebutuhan daerah.

Suharti menjelaskan bahwa penting untuk membangun komitmen dan dukungan dari pemerintah daerah serta memperkuat peran aktif daerah dalam pengawasan dan pendampingan. Pemahaman yang sama tentang tujuan, prioritas, dan mekanisme implementasi program sangat diperlukan agar program ini dapat berjalan dengan efektif di seluruh wilayah Indonesia.

Revitalisasi pendidikan juga harus mencakup daerah-daerah yang paling terpencil, seperti wilayah 3T (terluar, tertinggal, dan terdepan).

Restuardy Daud, Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, menegaskan bahwa pendidikan di daerah-daerah ini harus mendapat perhatian khusus.

Selain penyediaan infrastruktur pendidikan, penting untuk memperhatikan transformasi digital yang mencakup penyediaan perangkat dan pelatihan guru, serta sinergi antara pemerintah daerah dan pusat. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk memastikan agar pendidikan di daerah 3T tidak tertinggal dalam hal digitalisasi.

Banyak daerah yang telah menunjukkan komitmen besar dalam mendukung program ini, salah satunya adalah Kalimantan Tengah. Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, menjelaskan bahwa wilayahnya yang sebagian besar terdiri dari daerah pedalaman dan diliputi sungai, seringkali mengalami kendala dalam akses internet.

Meskipun demikian, Kalimantan Tengah telah mendukung digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan panel surya dan layanan internet satelit yang telah berhasil diimplementasikan di 100 persen wilayahnya. Ini menunjukkan bahwa meskipun tantangan geografis dan infrastruktur, kemauan untuk berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan tetap menjadi prioritas utama.

Kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah dalam program ini bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga soal tindakan konkret yang harus diambil di lapangan.

Pemerintah daerah turut memainkan peran penting dalam memastikan bahwa setiap anggaran yang dialokasikan digunakan dengan tepat dan sampai ke sekolah-sekolah yang membutuhkan.

Hal di atas sejalan dengan komitmen bersama untuk mengurangi kesenjangan pendidikan di seluruh Indonesia dan menciptakan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk mengakses pendidikan yang berkualitas.

Kolaborasi yang semakin erat antara berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian terkait, pemerintah daerah, hingga masyarakat, membuktikan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama.

Hanya dengan gotong royong, Indonesia dapat memastikan bahwa setiap anak memiliki hak untuk belajar dalam kondisi yang optimal, tanpa terkendala oleh keterbatasan fisik, sosial, atau geografis. Program revitalisasi dan digitalisasi ini, dengan dukungan semua pihak, menjadi langkah maju dalam mewujudkan cita-cita pendidikan bermutu yang adil dan merata di seluruh Indonesia.

Komitmen untuk melaksanakan program ini hingga selesai, tepat waktu, dan dengan transparansi penuh adalah hal yang harus terus dijaga.

Setiap elemen dalam masyarakat, baik di tingkat pusat maupun daerah, harus bersama-sama mengawasi dan memastikan bahwa dana yang digulirkan digunakan dengan efektif.

Ini bukan sekadar tentang membangun infrastruktur atau mendistribusikan perangkat, tetapi juga tentang membentuk masa depan bangsa dengan memberikan kesempatan yang setara bagi setiap anak untuk berkembang.

Pendidikan adalah investasi terbesar bagi masa depan Indonesia.

Keberhasilan revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran bukan hanya terukur dari jumlah sekolah yang diperbaiki atau perangkat yang disediakan, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan oleh anak-anak Indonesia.

Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan, kita bisa memastikan bahwa pendidikan yang berkualitas akan menjadi landasan untuk Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera di masa depan.

(Sumber catatan: Kemendikdasmen/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Kemendikdasmen)

Bagikan Tulisan
Skip to content