Apresiasi Video Inspiratif (AVI) yang pertama kali digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) baru-baru ini adalah ikhitiar Kemendikdasmen untuk menyebarkan praktik baik dalam menangani Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Berisiko Putus Sekolah (ABPS).
Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen, Gogot Suharwoto, menjelaskan bahwa acara ini merupakan langkah penting dalam memperluas layanan pendidikan kesetaraan dan afirmatif, dengan berbagi kisah sukses dari berbagai daerah.
Dalam acara perdana ini, alhamdulillah, tiga perwakilan dari Jawa Timur berhasil menerima penghargaan, yang menjadi bukti nyata keberhasilan mereka dalam menjalankan program pendidikan yang inklusif dan merata.
Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi berhasil meraih juara pertama di kategori Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, menandakan bahwa upaya mereka dalam menyukseskan program Wajib Belajar (Wajar) 13 Tahun patut diapresiasi.
Sementara itu, SMPN 1 Batuputih (TKB Larangan Barma) dari Sumenep berhasil menduduki posisi kedua dalam kategori peserta SMP Terbuka. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan yang terbuka dan inklusif sangat mampu mengatasi berbagai tantangan dalam pendidikan dasar, terutama dalam menjangkau anak-anak yang sebelumnya terabaikan.
Penghargaan lain diberikan kepada UPTD SPNF SKB Magetan, yang meraih juara di kategori Satuan Pendidikan Menginspirasi. Pencapaian ini menggambarkan pentingnya peran Satuan Pendidikan Nonformal dalam memberikan akses pendidikan yang setara bagi anak-anak yang tidak terjangkau oleh sistem pendidikan formal.
Prestasi yang diraih oleh ketiga perwakilan Jawa Timur tadi menjadi cermin dari dedikasi dan inovasi dalam menciptakan solusi bagi masalah pendidikan, terutama bagi ATS dan ABPS.

Sejak dimulai pada Juli 2025, lomba ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para peserta. Tercatat ada 717 video inspiratif yang masuk, dengan 287 video di kategori Wajib Belajar 13 Tahun dan 430 video di kategori Layanan Pendidikan Kesetaraan dan Afirmatif.
Video-video di atas berasal dari berbagai wilayah dan menunjukkan praktik-praktik terbaik dalam pendidikan, baik dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, SMP, hingga PKBM. Proses kurasi yang melibatkan berbagai pihak ini memastikan bahwa video-video yang terpilih benar-benar mencerminkan kualitas dan substansi yang sesuai dengan tujuan lomba.
Tujuan utama dari Apresiasi Video Inspiratif ini untuk memberikan penghargaan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota serta satuan pendidikan jenjang SMP yang telah menunjukkan kinerja terbaik dalam melaksanakan program Wajib Belajar 13 Tahun.
Selain itu, acara ini bertujuan untuk meningkatkan semangat dan motivasi pemangku kepentingan dalam mendukung program pendidikan, mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, dan satuan pendidikan, serta mendorong kreativitas dalam mengatasi masalah pendidikan yang ada.
Melalui lomba ini, Kemendikdasmen berharap dapat mendorong inovasi yang lebih besar dalam menangani ATS dan ABPS, serta menyediakan layanan pendidikan kesetaraan yang lebih efektif.
Kolaborasi antara berbagai pihak, baik pemerintah, dinas pendidikan, maupun satuan pendidikan, menjadi kunci penting dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi seluruh anak bangsa.
Dengan adanya inisiatif seperti ini, diharapkan solusi-solusi kreatif dalam pendidikan akan terus berkembang, mengingat tantangan yang ada di lapangan selalu berubah.
Penyelenggaraan Apresiasi Video Inspiratif ini juga mengingatkan kita akan pentingnya pendidikan sebagai hak dasar bagi setiap anak, tanpa terkecuali. Melalui upaya bersama ini, Kemendikdasmen terus memperluas dan memperbaiki akses pendidikan di seluruh Indonesia.
Keberhasilan program ini bukan hanya diukur dari prestasi, tetapi juga dari dampak yang dirasakan langsung oleh anak-anak yang mendapatkan kesempatan pendidikan yang lebih baik, lebih inklusif, dan lebih relevan dengan kebutuhan mereka.
*Info lengkap para penerima penghargaan bisa dilihat di sini
(Sumber catatan: Kemendikdasmen/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Kemendikdasmen)




