Kabar Daerah – Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, memberikan apresiasi atas kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang dianggap membawa pencerahan penting bagi pengembangan pendidikan di daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Al Barra menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan sebagai kunci utama untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan.
Menurutnya, lembaga pendidikan yang mampu menggabungkan penguatan akademik, pembinaan karakter, dan kedisiplinan akan menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan moral yang kokoh.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengamini pernyataan tersebut dan menambahkan bahwa praktik-praktik baik yang sudah diterapkan di lingkungan pendidikan setempat sangat sejalan dengan arah kebijakan nasional.
Pendidikan yang berfokus pada pembentukan karakter dan penciptaan lingkungan belajar yang aman serta sehat merupakan tujuan utama dalam reformasi pendidikan.
Mendikdasmen menegaskan bahwa membangun sekolah yang aman, nyaman, dan asri bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan komitmen seluruh pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari pendidik, peserta didik, hingga masyarakat sekitar.

Lebih jauh, Mendikdasmen menyatakan bahwa untuk mencapai tujuan tersebut, kolaborasi yang erat antar semua pihak harus terus ditumbuhkan.
Pemerintah, menurutnya, dapat memberikan fasilitas dan kebijakan, namun keberhasilan pendidikan yang baik sangat bergantung pada kesadaran dan peran serta masyarakat, pendidik, dan peserta didik dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan penuh dengan nilai-nilai positif.
Hanya dengan kerja sama yang solid, pendidikan yang aman dan berkarakter bisa diwujudkan secara berkelanjutan.
Dalam rangkaian kunjungan kerjanya, Mendikdasmen juga meresmikan gedung baru sekolah dasar di Kota Surabaya.
Peresmian tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap inisiatif dan kemandirian satuan pendidikan yang berupaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
Mendikdasmen menyampaikan bahwa pembangunan fisik sekolah sangat penting, namun yang lebih penting lagi adalah menciptakan rasa aman bagi peserta didik dalam berbagai aspek. Keamanan tersebut harus mencakup fisik, intelektual, spiritual, dan sosial.
Pembangunan gedung sekolah, lanjut Mendikdasmen, bukan hanya tentang membangun struktur bangunan yang kokoh, tetapi juga tentang menciptakan ruang yang memungkinkan proses pembelajaran berlangsung dengan baik dan mendukung perkembangan karakter peserta didik.
Gedung yang baru dibangun harus menjadi tempat yang menginspirasi, memberikan kenyamanan, dan menjamin rasa aman, baik bagi siswa maupun para pengajarnya.
Fasilitas yang memadai tentu saja mendukung proses belajar, namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana lingkungan tersebut bisa mengasah nilai-nilai kemanusiaan, tanggung jawab, dan rasa empati di kalangan siswa.
Mendikdasmen berharap bahwa upaya yang dilakukan oleh satuan pendidikan dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman ini terus diperkuat.
Ia menekankan pentingnya semangat gotong royong untuk memastikan bahwa ekosistem pendidikan yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga asri dan berkarakter, dapat terwujud secara berkelanjutan.
Dengan semangat kebersamaan, program-program pendidikan yang mendukung pembentukan karakter dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk belajar akan lebih mudah diimplementasikan.
Selain itu, Mendikdasmen juga menegaskan bahwa pendidikan yang baik tidak hanya mengedepankan aspek akademik semata, tetapi juga membentuk karakter yang kuat.
Dalam setiap langkah yang diambil, kita tidak hanya membangun gedung-gedung yang kokoh, tetapi juga menanamkan nilai-nilai yang kokoh dalam diri peserta didik.
Dari hal tersebut lahir generasi yang tidak hanya cerdas dalam bidang akademik, tetapi juga matang dalam aspek sosial dan kuat dalam aspek spiritual.
Pembentukan karakter ini sangat penting untuk menciptakan individu yang mampu berkontribusi secara positif bagi masyarakat dan negara.
Mendikdasmen menegaskan bahwa pendidikan harus membentuk generasi yang tidak hanya siap menghadapi tantangan intelektual, tetapi juga siap menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, memiliki empati terhadap sesama, dan menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan ketangguhan moral.
Dengan langkah-langkah yang terus diperkuat oleh semua pihak, pendidikan Indonesia akan mampu menghasilkan generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki kepribadian yang tangguh dan peduli terhadap kemanusiaan.
(Sumber catatan: Kemendikdasmen/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Kemendikdasmen)




