Kunjungan Kerja Mendikdasmen di Surabaya – Peluncuran Buku Pedoman Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) menjadi momen penting dalam upaya memperkuat pendidikan karakter di Indonesia.
Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, secara simbolis menyerahkan buku pedoman ini kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti.
Buku ini disusun untuk menjadi panduan bagi sekolah-sekolah di bawah naungan Kemendikdasmen dan Kementerian Agama, dengan pendampingan dari penyuluh BNN di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Inisiatif ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun generasi muda yang kuat dan bebas dari pengaruh buruk narkoba.
Apresiasi tinggi juga diberikan kepada Yayasan Dharma Wanita UNESA dan Lembaga Labschool UNESA atas keberhasilan mereka mengintegrasikan kurikulum antinarkoba di seluruh jenjang pendidikan.
Penghargaan ini diberikan oleh Kepala BNN Provinsi Jawa Timur, yang disaksikan oleh Menteri Mu’ti, Kepala BNN, dan Rektor UNESA, Nurhasan.
Labschool UNESA telah menjadi contoh nyata bagaimana sekolah dapat berperan aktif dalam memberikan pemahaman kepada siswa tentang bahaya narkoba dan pentingnya menjaga pola hidup sehat.
Antusiasme program ini semakin terasa ketika Menteri Mu’ti berinteraksi melalui video conference dengan Kepala SD Negeri 3 Pagar Alam, Sumatra Selatan.

Sekolah ini rutin mengundang penyuluh BNN untuk berbagi pengetahuan dan memperkuat kesadaran siswa tentang bahaya narkoba.
Menteri Mu’ti mengingatkan bahwa keterlibatan aktif dari seluruh ekosistem sekolah sangat penting.
Menurutnya, kegiatan seperti OSIS, UKS, dan ekstrakurikuler harus menjadi sarana untuk membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman, di mana siswa dapat berkembang tanpa takut terjerumus ke dalam perilaku yang merusak fisik, mental, dan spiritual mereka.
Peluncuran IKAN ini menunjukkan komitmen Kemendikdasmen dan BNN untuk mempercepat penyuluhan dan pelatihan kepada guru, agar sekolah bisa menjadi benteng utama dalam melindungi generasi masa depan.
Dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk penyuluh BNN, serta mendukung kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi siswa, diharapkan program ini dapat memberikan dampak yang luas dan menyeluruh.
Pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai antinarkoba tidak hanya akan memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi juga membentuk karakter mereka untuk menjadi pribadi yang lebih kuat, hebat, dan bermartabat.
Program IKAN ini tidak hanya penting bagi anak-anak kita, tetapi juga menjadi langkah besar dalam mewujudkan sekolah yang benar-benar dapat menjamin masa depan yang lebih baik dan sehat bagi para generasi penerus bangsa.
(Sumber catatan: Kemendikdasmen/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Kemendikdasmen)




