Rakorda Program Prioritas Kemendikdasmen di Jawa Timur – Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur gelar Rapat Koordinasi (Rakor) Daerah Program Prioritas Kemendikdasmen Provinsi Jawa Timur untuk tahun anggaran 2026.
Rakor yang berlangsung dari 25 hingga 27 Februari 2026 di Hotel Wyndham Surabaya ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan penting di bidang pendidikan.
Selain Kepala BBPMP Provinsi Jawa Timur Praptono, hadir juga di rapat ini kepala dari tiga UPT Kemendikdasmen lainnya di Jawa Timur, yakni dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, BBGTK Provinsi Jawa Timur, dan BBPPMPV BOE.
Turut hadir di rakor ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan dari seluruh wilayah di Jawa Timur, dan para mitra di bidang pendidikan (para mitra pembangunan) untuk memperkuat koordinasi dan sinergi pendidikan di provinsi Jawa Timur.
Dalam laporannya, Kepala BBPMP Provinsi Jawa Timur Praptono menyampaikan, salah satunya tujuan rakor ini adalah mendiskusikan berbagai isu pendidikan yang sangat relevan, seperti standar pelayanan minimal pendidikan, tes kemampuan akademik, serta revitalisasi sekolah-sekolah di Jawa Timur dan berbagai program prioritas Kemendikdasmen lainnya.

Selepas laporan dari Kepala BBPMP Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai di kesempatan tersebut juga menjelaskan berbagai fokus yang menjadi perhatian utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur.
Beberapa isu penting yang diangkat termasuk penguatan pendidikan vokasi dan link and match untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), program SMA Double Track, serta digitalisasi dan transformasi pendidikan.
Selain itu disinggung juga pendidikan inklusif, layanan pendidikan khusus, serta penguatan karakter dan kepemimpinan yang juga menjadi prioritas yang dibahas di rakor ini.
Ia menyampaikan bahwa Jawa Timur, memiliki slogan “Jatim Cerdas,” dan berkomitmen untuk mencapai indikator pendidikan yang lebih baik pada tahun 2026 yang harapannya bisa mencapai 100%.

Untuk mencapai tujuan tersebut, ia menggarisbawahi pentingnya koordinasi yang erat antara pemerintah pusat dan daerah.
Koordinasi ini menurutnya menjadi kunci dalam mempercepat pencapaian indikator pendidikan yang lebih tinggi, yang pada gilirannya akan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Timur.
Pemerintah daerah, menurut Aries, memainkan peran yang sangat vital dalam memastikan pencapaian tersebut.
Kegiatan rakor ini dibuka oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto.
Dalam arahannya, Gogot menjelaskan program empat pilar pendidikan yang sangat penting, yaitu infrastruktur, kurikulum, pembelajaran, dan penilaian.

Salah satu bahasan utama dalam arahannya adalah tentang skema sekolah nasional terintegrasi yang akan segera diluncurkan melalui instruksi presiden.
Skema ini mencakup pembangunan sekolah dengan fasilitas yang lengkap, seperti lahan sekolah yang luas, lapangan olahraga, studio, serta lahan pertanian dan peternakan, yang diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar yang lebih menyeluruh dan mengakomodasi kebutuhan siswa dengan lebih baik.
Selain itu, rakor ini juga ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama oleh kepala dinas pendidikan kabupaten dan kota di seluruh Jawa Timur.
Komitmen ini bertujuan untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan inklusif bagi semua anak di Jawa Timur.
Seluruh peserta rakor, yang terdiri dari kepala dinas pendidikan dan kepala cabang dinas pendidikan, berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam mendukung kebijakan strategis yang diambil dalam sektor pendidikan (PAUD, pendidikan dasar dan pendidikan menengah).
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat ditekankan dalam forum ini karena diyakini menjadi pondasi yang sangat penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan adaptif untuk semua.
(Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)




