TKA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus melakukan persiapan matang untuk memastikan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di tingkat sekolah dasar dan menengah pertama berjalan lancar.
Untuk mendukung hal ini, Kemendikdasmen akan mendirikan posko pemantauan yang melibatkan seluruh tim teknis tingkat provinsi.
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Rahmawati, mengungkapkan bahwa posko ini bertujuan untuk memudahkan komunikasi langsung antara tim teknis dan lapangan selama pelaksanaan TKA.
Dengan adanya posko ini, diharapkan setiap masalah yang muncul dapat ditangani dengan cepat dan efektif, sehingga proses pelaksanaan TKA tidak terganggu.
Rahmawati menjelaskan bahwa posko akan terdiri dari berbagai anggota tim teknis yang berperan dalam memastikan bahwa setiap tahap pelaksanaan berjalan sesuai rencana.
Jika ada kendala atau masalah di lapangan, tim yang berada di posko akan segera turun ke lapangan, menghubungi pihak terkait di kabupaten, dan memastikan bahwa solusi cepat ditemukan.
Dengan demikian, setiap hambatan yang muncul dapat diatasi dengan segera tanpa mempengaruhi jalannya tes.
Langkah ini menunjukkan keseriusan Kemendikdasmen dalam memastikan bahwa TKA, yang melibatkan lebih dari 8 juta siswa, dapat dilaksanakan dengan efisien dan lancar.
Tahun ini, TKA akan diikuti oleh 8,6 juta peserta, terdiri dari lebih dari 4,4 juta siswa SD/MI dan lebih dari 4,2 juta siswa SMP/MTs.
Rahmawati juga menjelaskan bahwa para peserta TKA jenjang SD saat ini tengah menjalani tahapan simulasi yang dilaksanakan oleh masing-masing sekolah bersama dengan pemerintah daerah.
Tahapan ini sangat penting sebagai persiapan awal agar para siswa familiar dengan format soal dan prosedur pelaksanaan yang akan dihadapi pada pelaksanaan utama nanti.
Simulasi ini bertujuan untuk mengurangi ketegangan peserta serta memberikan gambaran yang jelas tentang cara pelaksanaan ujian.
Setelah tahapan simulasi, para peserta TKA SD dan SMP akan melanjutkan ke tahap gladi bersih, yang dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 17 Maret 2026.
Gladi bersih ini merupakan tahap terakhir yang sangat penting dalam memastikan kesiapan teknis, operasional, dan layanan sebelum pelaksanaan ujian utama.
Melalui tahapan ini, Kemendikdasmen dapat mengevaluasi seluruh aspek pelaksanaan TKA, mulai dari teknis pengorganisasian hingga penyediaan fasilitas yang memadai.
Gladi bersih akan menjadi ujian terakhir untuk memastikan bahwa segala sesuatunya berjalan dengan lancar pada hari H.
Untuk mendukung persiapan peserta, Kemendikdasmen juga menyediakan portal latihan TKA secara gratis, yang dapat diakses melalui tautan https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/.
Portal ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mencoba soal-soal latihan dan memahami kerangka soal yang akan diujikan dalam pelaksanaan utama.
Hal ini tidak hanya mempersiapkan peserta dari segi teknis, tetapi juga membantu mereka membangun kepercayaan diri dan mengurangi kecemasan sebelum hari ujian.
Dengan memanfaatkan portal ini, peserta diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam menjawab soal TKA secara efektif.
Program ini merupakan bagian dari upaya Kemendikdasmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya dalam hal asesmen akademik yang objektif dan terstruktur.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan yang solid, pelaksanaan TKA diharapkan dapat memberikan hasil yang akurat dan menggambarkan kemampuan siswa dengan sebaik-baiknya.
Selain itu, dengan adanya posko pemantauan dan portal latihan, Kemendikdasmen menunjukkan komitmennya untuk memberikan fasilitas terbaik bagi siswa dan memastikan bahwa ujian ini berjalan tanpa hambatan.
Ini adalah langkah besar menuju sistem pendidikan yang lebih transparan dan berkualitas di Indonesia.
*Berikut: Paparan TKA 2026 dan Tanya Jawab TKA
Simak juga tayangan-tayangan berikut:
(Sumber catatan: Antara/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)




