TPG Beri Dampak Positif bagi Kesejahteraan Guru dan Proses Pembelajaran di Pamekasan

Hidup Guruku – Selain menghadirkan perubahan fisik melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025, berbagai kebijakan pemerintah di bidang pendidikan juga mulai dirasakan manfaatnya secara langsung oleh para guru. Salah satu yang paling dirasakan adalah penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG). Program ini tidak hanya membantu meningkatkan kesejahteraan, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi dalam proses pembelajaran di sekolah.

Di SDN Jalmak 1, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, sejumlah guru mengaku memanfaatkan dana TPG untuk menunjang kegiatan belajar mengajar agar lebih relevan dengan perkembangan zaman. Mereka membeli perangkat pendukung pembelajaran dan mulai mengintegrasikan teknologi ke dalam kelas demi menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi murid.

Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SDN Jalmak 1, Dwi Arista Wardana, misalnya, terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya aktif secara fisik, tetapi juga mampu membentuk karakter murid. Menurutnya, pembelajaran yang interaktif dapat membantu menanamkan nilai-nilai positif yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk mendukung proses tersebut, Dwi memanfaatkan dana TPG untuk membeli laptop yang kini digunakan sebagai sarana penunjang pembelajaran PJOK di kelas. “Dampak TPG ini membantu saya untuk berinovasi menyiapkan materi pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif dengan perangkat laptop. Puji syukur kelas PJOK saya sekarang lebih interaktif, mampu membangun kolaborasi dan partisipasi murid dalam proses pengajaran,” ujar Dwi.

Manfaat serupa juga dirasakan oleh guru kelas SDN Jalmak 1, Sri Riana. Ia menilai TPG memberikan dampak besar, baik dari sisi kesejahteraan ekonomi maupun pengembangan kualitas pembelajaran. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Sri mulai mengenalkan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) kepada murid melalui perangkat tablet yang dibelinya dari dana TPG.

Dengan perangkat tersebut, Sri memanfaatkan berbagai aplikasi permainan edukatif seperti Kahoot dan Quizizz untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan partisipatif. “Dengan tablet yang saya beli ini, sekarang saya bisa memanfaatkan berbagai permainan edukatif seperti Kahoot dan Quizizz. Murid-murid pun kini menjadi sangat antusias belajar dan tidak bosan saat di kelas. Semoga TPG dapat terus berlanjut dan membuat guru-guru semakin berinovasi untuk mengajar,” tutur Sri.

Tidak hanya di sekolah negeri, manfaat TPG juga dirasakan oleh guru sekolah swasta. Samsi, guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMP Plus Nurul Hikmah, Kabupaten Pamekasan, mengungkapkan rasa syukurnya atas program tersebut. Baginya, kehadiran TPG memberikan ketenangan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus mendukung terciptanya suasana belajar mengajar yang lebih nyaman.

Selain membantu secara ekonomi, TPG juga membuka peluang bagi Samsi untuk meningkatkan kompetensi diri melalui berbagai pelatihan, seminar, dan pendidikan serta pelatihan (diklat). Ia meyakini bahwa tugas guru tidak sekadar menyampaikan teori, tetapi juga membangun karakter serta membiasakan nilai-nilai agama dalam kehidupan murid.

“Semoga kesejahteraan guru dapat terus ditingkatkan, khususnya bagi guru swasta dan honorer yang terus berjuang untuk mengajar. Sejatinya, baik guru ASN maupun guru swasta memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Samsi.

Sementara itu, saat melakukan kunjungan ke Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berkomitmen meningkatkan kualitas kompetensi dan kesejahteraan guru melalui berbagai program prioritas.

Dalam bidang peningkatan kompetensi, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa Kemendikdasmen telah memberikan kesempatan kepada lebih dari 12 ribu guru untuk melanjutkan studi D4/S1 melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program tersebut akan kembali dilanjutkan pada tahun 2026 dengan target menjangkau 150 ribu guru melalui bantuan beasiswa sebesar Rp3 juta per semester.

Di sisi lain, pemerintah juga terus memperkuat aspek kesejahteraan guru melalui program sertifikasi Pendidikan Profesi Guru (PPG). “Pada aspek kesejahteraan guru, kami sudah melaksanakan sertifikasi melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG). Dari sertifikasi tersebut diharapkan ada pemenuhan jam mengajar dan pada akhirnya bisa mendapatkan tunjangan sertifikasi serta meningkatkan kesejahteraan guru,” ungkap Abdul Mu’ti, saat berkunjung ke Madura beberapa waktu lalu.

(Direpost dari Kemendikdasmen/Judul asli berita: Guru di Pamekasan Rasakan Dampak TPG bagi Kesejahteraan dan Pembelajaran/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Kemendikdasmen)

Bagikan Tulisan
Skip to content