Patisipasi Masyarakat di Pendidikan Tak Hanya Diukur dari Materi, Begini Kata Mendikdasmen

Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Selama ini, berbagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap pendidikan telah berjalan melalui beragam program dan bantuan.

Namun, sejumlah inisiatif tersebut masih berjalan secara terpisah sehingga diperlukan wadah yang dapat menghubungkan berbagai dukungan agar lebih terarah dan memberikan dampak yang lebih luas.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengaktifkan Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB).

Gerakan ini menjadi ekosistem kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, lembaga filantropi, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, media, komunitas, organisasi internasional, hingga individu dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa partisipasi dalam pendidikan tidak hanya diukur dari besarnya bantuan yang diberikan.

Baca juga: Gotong Royong untuk Pendidikan, Kemendikdasmen Satukan Mitra dalam Gerakan PSPB

Menurutnya, hal yang lebih penting adalah kebermaknaan dari kontribusi tersebut dalam memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia pendidikan.

Melalui Gerakan PSPB, Kemendikdasmen membuka ruang bagi berbagai pihak untuk terlibat dalam mendukung pendidikan.

Partisipasi masyarakat tidak terbatas pada dukungan materi, tetapi juga dapat berupa gagasan, keahlian, pendampingan, maupun bentuk kontribusi lain yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan.

Mendikdasmen menjelaskan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan izin kepada Kemendikdasmen untuk membangun kemitraan dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita melalui partisipasi masyarakat.

Kolaborasi tersebut dilaksanakan dengan tetap mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menurut Abdul Mu’ti, masih terdapat banyak kebutuhan pendidikan yang membutuhkan dukungan lintas sektor.

Kebutuhan tersebut mencakup pengembangan bakat dan minat peserta didik, peningkatan kompetensi guru, penguatan pendidikan karakter, hingga penciptaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Ia menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan sarana fisik.

Pendidikan juga membutuhkan penguatan cara berpikir, pembentukan karakter, dan pengembangan kualitas manusia.

Karena itu, keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat.

Kemendikdasmen terus membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak agar pemenuhan kebutuhan pendidikan dapat dilakukan secara lebih cepat, luas, dan tepat sasaran.

Melalui kemitraan yang terhubung dalam PSPB, berbagai potensi dukungan dapat diarahkan untuk menjawab tantangan pendidikan secara bersama.

Gerakan PSPB menjadi bagian dari upaya memperkuat semangat gotong royong dalam pendidikan.

Dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, pemerintah berharap pendidikan bermutu dapat diwujudkan secara lebih merata dan mampu mendukung lahirnya generasi Indonesia yang berkualitas.

(Sumber catatan: Kemendikdasmen/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Kemendikdasmen)

Bagikan Tulisan
Skip to content