Kepala BBPMP Jatim Minta Fasilitator Jaga Integritas dalam Pendampingan Pengelolaan BOSKIN

Menuju WBBM – Pelaksanaan fasilitasi pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah Kinerja (BOSKIN) menjadi salah satu agenda penting yang mendapat perhatian dari Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur Praptono.

Dalam apel pagi, ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, waktu, dan komitmen seluruh pihak yang terlibat.

Praptono menjelaskan bahwa tahapan pengawalan pengelolaan BOSKIN akan segera dimulai dengan melibatkan hampir 500 gugus belajar.

Kegiatan tersebut akan melibatkan para fasilitator yang telah ditetapkan untuk mendampingi satuan pendidikan penerima program.

Ia meminta para fasilitator menjaga kondisi kesehatan, mempersiapkan materi, serta memahami substansi pengelolaan BOSKIN dengan baik.

Hal ini penting karena terdapat 3.155 satuan pendidikan penerima BOSKIN berkemajuan terbaik yang diharapkan dapat menjadi contoh dalam mendorong peningkatan kualitas pembelajaran.

Menurut Praptono, proses pendampingan tersebut membutuhkan waktu yang panjang dan diperkirakan berlangsung hingga pertengahan Desember.

Karena itu, seluruh fasilitator diminta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan tidak melakukan hal-hal yang dapat mengurangi kualitas pelaksanaan program.

Ia menegaskan pentingnya menjaga akuntabilitas dan integritas dalam setiap tahapan kegiatan.

Meskipun terdapat hal-hal kecil dalam pelaksanaan, seluruh pihak tetap harus memastikan program berjalan sesuai dengan ketentuan dan tujuan yang telah ditetapkan.

Praptono juga mengingatkan fasilitator agar menjaga kedisiplinan waktu selama kegiatan berlangsung.

Pendampingan yang dijadwalkan mulai pukul 08.00 hingga 17.00 harus dilaksanakan sesuai durasi yang telah ditentukan dan tidak dipersingkat berdasarkan kesepakatan bersama dengan peserta.

Menurutnya, pengurangan waktu pelaksanaan dapat berdampak pada kualitas program karena setiap menit pendampingan memiliki nilai penting untuk membersamai guru dalam memahami materi dan meningkatkan kapasitasnya.

Dua jam waktu yang hilang dalam kegiatan dapat mengurangi kesempatan peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik.

Praptono meminta seluruh fasilitator untuk terus mengingatkan peserta agar hadir tepat waktu dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.

Dengan menjaga kedisiplinan, kualitas penyampaian materi, serta komitmen bersama, pelaksanaan BOSKIN diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pembelajaran di satuan pendidikan.

(Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Bagikan Tulisan
Skip to content