Global Knowledge – Program makan gratis bagi anak sekolah sering kali dipandang hanya sebagai upaya memenuhi kebutuhan pangan peserta didik. Namun, pengalaman Swedia menunjukkan bahwa penyediaan makanan di sekolah dapat dikembangkan menjadi bagian dari sistem pendidikan yang lebih luas.
Selama puluhan tahun, Swedia telah menyediakan makan siang gratis bagi siswa. Kebijakan tersebut tidak berhenti pada pemberian makanan, tetapi terus dikembangkan agar makanan yang tersedia benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak.
Swedia melihat keberhasilan program makan sekolah tidak hanya ditentukan oleh makanan yang diberikan secara gratis dan bergizi. Faktor lain seperti apakah makanan tersebut disukai siswa, dikonsumsi dengan baik, serta mendukung kebiasaan hidup sehat juga menjadi perhatian penting.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa program makan sekolah membutuhkan pemahaman yang lebih luas. Makanan yang sehat harus mampu diterima oleh siswa sehingga tidak berhenti sebagai layanan, tetapi menjadi kebiasaan positif yang membentuk perilaku mereka.
Salah satu praktik tersebut dilakukan di Mariebergsskolan, sebuah sekolah menengah di Karlstad, Swedia. Sekolah ini mengembangkan pilihan makanan dan minuman yang menarik bagi siswa dengan tetap memperhatikan aspek kesehatan dan keberlanjutan lingkungan.
Siswa dapat menikmati berbagai pilihan minuman seperti jahe dan lemon, susu, lemon dan mint, hingga stroberi dan jeruk. Sekolah juga menyediakan oats dengan susu karamel sebagai bagian dari pilihan makanan yang tersedia.
Hal menarik dari praktik tersebut adalah pemanfaatan bahan pangan yang berasal dari surplus buah dan sayuran yang disumbangkan supermarket lokal. Langkah ini tidak hanya mendukung kebutuhan gizi siswa, tetapi juga membantu mengurangi limbah pangan.
Program tersebut merupakan bagian dari proyek yang diluncurkan pada 2018 oleh Vinnova, badan inovasi nasional Swedia, dengan melibatkan tujuh lembaga pemerintah termasuk Swedish Food Agency. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan makanan sekolah membutuhkan dukungan lintas sektor.
Pengalaman Swedia memberikan pelajaran bahwa program makan sekolah dapat dirancang lebih dari sekadar pemberian makanan gratis.
Sekolah dapat menjadikan program ini sebagai sarana membangun kebiasaan sehat, kepedulian terhadap lingkungan, dan pembelajaran tentang pentingnya makanan dalam kehidupan sehari-hari.
Penyediaan makanan di sekolah ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan fisik siswa. Ketika dirancang dengan tepat, program makan sekolah dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembentukan pola hidup sehat dan bertanggung jawab.
(Direpost dari Klippedia 21/Judul asli catatan: Program Makan Gratis di Sekolah Harus Bergizi, Disukai dan Berdampak/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari CNBC Indonesia)




