
Di Balik TKA, Ada Cerita Stres, Strategi Belajar, dan Harapan Siswa SMAN 4 Surabaya, Begini Catatan Kami
Menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) bukan perkara mudah bagi siswa kelas 12. Selain harus mempersiapkan diri menghadapi ujian, mereka juga mulai memikirkan masa depan dan perguruan tinggi yang ingin dituju.
Ada yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke bidang teknik, akuntansi, hingga manajemen bisnis. TKA menjadi salah satu pengalaman penting dalam perjalanan mereka menuju jenjang pendidikan berikutnya.
Hal itu terlihat dari pengalaman sejumlah siswa SMAN 4 Surabaya yang mengikuti pelaksanaan TKA. Mereka mengakui bahwa setiap mata pelajaran memiliki tingkat kesulitan tersendiri.
Pada ujian Bahasa Inggris, misalnya, siswa tidak cukup hanya memahami pertanyaan. Mereka juga harus mampu mengidentifikasi isi teks, memahami makna setiap bacaan, serta menganalisis pilihan jawaban. Bahkan, beberapa pilihan jawaban dinilai cukup menjebak sehingga membutuhkan ketelitian dan kemampuan berpikir kritis.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kemampuan akademik tidak cukup dibangun melalui kegiatan menghafal materi. Siswa perlu memiliki kemampuan memahami informasi, membaca persoalan, dan menentukan jawaban berdasarkan analisis.
Kemampuan seperti di atas tadi membutuhkan proses latihan yang konsisten, bukan persiapan yang dilakukan secara mendadak menjelang ujian.
Menariknya, para siswa juga menyampaikan bahwa sekolah telah memberikan dukungan melalui program bimbingan belajar yang bekerja sama dengan lembaga pendampingan. Fasilitas ini membantu mereka mempersiapkan diri menghadapi TKA.
Namun, mereka juga menyadari bahwa pendampingan dari sekolah saja tidak cukup. Belajar mandiri tetap menjadi bagian penting dari persiapan. Siswa harus memiliki inisiatif untuk mengulang materi, berlatih mengerjakan soal, dan memperbaiki pemahaman terhadap materi yang belum dikuasai.
Dukungan sekolah dan kesadaran untuk belajar secara mandiri merupakan kombinasi yang perlu dibangun dalam proses pendidikan. Sekolah memiliki tanggung jawab menyediakan lingkungan dan fasilitas belajar yang mendukung.
Sementara itu, siswa perlu mengambil peran aktif dalam menentukan keberhasilan belajarnya. Pendidikan tidak akan berjalan optimal apabila siswa hanya menunggu arahan guru tanpa memiliki kemauan untuk mengembangkan kemampuan sendiri.
Dari sisi psikologis, pengalaman siswa SMAN 4 Surabaya juga memperlihatkan bahwa TKA dapat menimbulkan tekanan tersendiri. Ada siswa yang mengaku mudah stres sebelum ujian, tetapi merasa lebih lega setelah menyelesaikan satu sesi tes.
Meski demikian, rasa lega itu belum sepenuhnya menghilangkan kecemasan karena masih ada ujian berikutnya yang harus dihadapi. Kondisi ini menunjukkan bahwa kesiapan menghadapi asesmen tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi, tetapi juga kemampuan mengelola tekanan.
Pengalaman para siswa ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh hasil akhir sebuah tes.
Proses mempersiapkan diri, membangun kedisiplinan, berlatih menganalisis persoalan, dan mengelola kecemasan juga merupakan bagian penting dari pembelajaran.
TKA seharusnya menjadi pengalaman yang mendorong siswa mengenali kemampuan dan kekurangan dirinya, bukan sekadar menjadi beban untuk mendapatkan nilai tinggi.
Sekolah juga perlu memastikan bahwa pendampingan menghadapi asesmen tidak hanya berorientasi pada latihan soal. Penguatan pemahaman konsep, kemampuan berpikir kritis, kemandirian belajar, dan kesiapan mental harus menjadi bagian dari proses pendampingan.
Dengan demikian, siswa tidak hanya siap menghadapi TKA, tetapi juga memiliki bekal untuk menghadapi tantangan di perguruan tinggi dan kehidupan selanjutnya.
Pesan sederhana dari para siswa SMAN 4 Surabaya patut menjadi perhatian adalah persiapan memang penting, tetapi semangat, kejujuran, dan kegembiraan dalam belajar juga tidak boleh ditinggalkan.
Asesmen harus dihadapi dengan sungguh-sungguh tanpa kehilangan kepercayaan diri. Sebab, pendidikan bukan hanya tentang seberapa tinggi nilai yang berhasil diraih, tetapi juga tentang bagaimana siswa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan siap menghadapi beragam tantangan masa depan.
*Simak juga videonya di sini
(Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)



