Persiapan Sekolah di Jawa Timur Menuju TKA

Inside School – Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) semakin dekat, dan persiapan menyeluruh mulai dilakukan di berbagai sekolah.

Bagi jenjang SMA/SMK/MA, TKA akan dilaksanakan pada 1-9 November 2025, sementara untuk jenjang SMP/MTs dan SD/MI, ujian ini dijadwalkan pada Maret hingga April 2026.

TKA menjadi bagian penting dari evaluasi akhir jenjang pendidikan, dan berbagai sekolah mulai merancang strategi agar para siswa dapat menghadapi ujian ini dengan optimal dan tanpa tekanan berlebih.

Di Surabaya, SD Muhammadiyah 4 Pucang telah menyusun strategi matang untuk mendampingi siswa dalam mempersiapkan TKA.

Kepala sekolah, Eddy Susanto, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan guru-guru dan tim kurikulum untuk menyusun langkah-langkah yang tepat. “Kami merapatkan barisan, menyiapkan diri dengan rapat bersama teman-teman dari kurikulum dan guru-guru, untuk menyusun strategi agar anak-anak bisa sukses menghadapi TKA,” ujar Eddy.

Sekolah ini menggunakan dua kurikulum, yaitu kurikulum reguler dan Cambridge, yang mana mereka sesuaikan dengan kebutuhan TKA. Hal ini memastikan bahwa materi pembelajaran yang diberikan relevan dan sesuai dengan tuntutan ujian.

“Kami membedah materi persiapan TKA terlebih dahulu, kemudian menyesuaikannya dengan kurikulum yang ada di sekolah,” tambahnya. Persiapan ini diharapkan tidak hanya mencakup kelas 6, tetapi juga mengintegrasikan pembinaan literasi dan numerasi sejak kelas 1 hingga 5.

SD Muhammadiyah 4 Pucang juga telah menanamkan kebiasaan literasi yang kuat sejak dini. Mereka menyediakan program membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai dan mendirikan pojok baca di sekolah yang didukung oleh donasi buku dari orang tua siswa setiap semester.

“Kami sudah menyiapkan pojok baca, dan orang tua juga menyumbangkan buku setiap semester saat pembagian rapor,” ujar Eddy, yang menambahkan bahwa kebiasaan ini bertujuan untuk membiasakan anak-anak dengan kegiatan membaca sejak dini, memperkuat keterampilan literasi mereka untuk menghadapi TKA.

Di sisi lain, SDN Lebakharjo 04 di Malang juga tidak kalah dalam persiapan TKA.

Kepala sekolah Edy Siswanto menjelaskan bahwa mereka fokus pada penguatan materi matematika dan bahasa, karena kedua mata pelajaran ini menjadi bagian penting dalam TKA untuk jenjang SD.

“Kami melatih siswa dalam pelajaran-pelajaran tersebut setiap hari, mengikuti arahan dari Dinas Pendidikan,” jelas Edy.

Meskipun TKA tidak bersifat wajib untuk seluruh siswa SD, SDN Lebakharjo 04 memutuskan untuk mengikutsertakan seluruh siswa kelas 6, karena mereka menganggap ujian ini sebagai momen yang sangat penting.

“Meski tidak wajib, kami tetap mengikutkan semua siswa kelas 6 karena melihat ini sebagai kesempatan besar,” kata Edy.

Dengan demikian, setiap siswa di sekolah ini diberikan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam ujian ini, menunjukkan komitmen mereka untuk mendukung perkembangan setiap siswa.

Dalam hal persiapan fasilitas teknologi, Edy menyatakan bahwa sekolahnya sudah sepenuhnya siap. Sebelumnya, sekolah ini telah menggelar Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), yang memberikan pengalaman bagi siswa dalam ujian berbasis teknologi.

“Kami sudah siap dengan perangkat komputer dan sistem online, karena sebelumnya kelas 5 sudah melaksanakan ANBK secara online,” ujarnya.

Edy berharap TKA bukan hanya menjadi momen ujian semata, tetapi juga menjadi bagian dari pembelajaran berkelanjutan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa. “Harapannya, TKA ini bisa menjadi bagian dari proses pembelajaran, bukan hanya sekadar tes untuk masuk sekolah berikutnya,” tutup Edy.

Dengan harapan tersebut, TKA dapat membawa perubahan yang lebih positif dalam dunia pendidikan, memperkaya proses belajar siswa, dan menjadikan ujian ini sebagai alat evaluasi yang lebih baik untuk pengembangan kemampuan mereka.

Dua contoh sekolah ini menunjukkan bagaimana persiapan yang matang, mulai dari pembinaan literasi sejak dini hingga penggunaan teknologi yang memadai, dapat membawa dampak signifikan dalam menghadapi ujian TKA.

Langkah-langkah yang diambil oleh SD Muhammadiyah 4 Pucang dan SDN Lebakharjo 04 menggambarkan komitmen mereka untuk mengutamakan kualitas pendidikan tanpa memberikan tekanan berlebih kepada siswa. Ini adalah contoh konkret dari upaya yang dilakukan oleh sekolah untuk menciptakan iklim belajar yang positif dan mendukung pencapaian terbaik bagi setiap siswa.

(Sumber catatan: Detik/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

Bagikan Tulisan
Skip to content