Begini Cara SDN Sariwani 2 Kabupaten Probolinggo Dongkrak Capaian Hasil Belajar Siswa

Inside School – Penerapan Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) dan pembelajaran berdiferensiasi di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, telah menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Di SDN Sariwani 2, pembelajaran yang diterapkan terbukti efektif dalam meningkatkan capaian belajar siswa.

Hal di atas terungkap dalam kunjungan Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Deputi Bappenas, Kepala BBPMP Provinsi Jawa Timur, serta sejumlah pejabat lainnya pada Jumat, 30 Januari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Plt. Kepala SDN Sariwani 2, Sumardi, memaparkan keberhasilan inovasi pendidikan yang telah dilakukan di sekolah mereka.

Menurut Sumardi, capaian SDN Sariwani 2 mengalami peningkatan signifikan, terutama dalam Rapor Pendidikan 2025.

Nilai literasi yang semula 83,33 pada 2024 melonjak menjadi 100 pada 2025, sementara nilai numerasi juga mengalami kenaikan meski tidak sebesar literasi, dari 66,67 menjadi 67,17.

Peningkatan tadi, kata Sumardi, bukan hanya menunjukkan keberhasilan metode Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR), tetapi juga mencerminkan komitmen para guru yang terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan meskipun terbentur oleh keterbatasan sumber daya.

Semangat para guru yang kuat dalam memberikan layanan pendidikan serta dukungan orang tua yang semakin meningkat turut berperan penting dalam hal ini.

Penerapan PKR di SDN Sariwani 2 merupakan bagian dari kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Probolinggo dengan Program INOVASI, yang juga didukung oleh kerja sama antara Indonesia dan Australia sejak 2018.

Program di atas diluncurkan sebagai jawaban atas masalah terbatasnya jumlah guru dan rendahnya angka siswa di daerah-daerah terpencil.

Pada tahap awal uji coba yang dilaksanakan di delapan sekolah antara 2018 dan 2020, pendekatan PKR terbukti efektif.

Tidak hanya berhasil mengatasi masalah kekurangan guru, tetapi juga mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan.

Keberhasilan awal tersebut mendorong perluasan penerapan PKR ke lebih banyak sekolah, dengan total 168 sekolah dasar, termasuk SDN Sariwani 2 di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Seiring berjalannya waktu, Kabupaten Probolinggo kini menjadi salah satu model nasional dalam praktik pembelajaran kelas rangkap, yang dipandang sebagai solusi inovatif bagi sekolah-sekolah di daerah terpencil.

Program PKR ini juga mendapat perhatian dari pihak internasional, salah satunya dari Wakil Duta Besar Australia, Gita Kamath.

Ia menekankan bahwa hubungan pendidikan antara Australia dan Indonesia adalah kemitraan yang sangat penting.

Melalui dukungan yang terus-menerus, kedua negara berkomitmen untuk meningkatkan literasi anak-anak Indonesia, yang kini telah terlihat dengan jelas di SDN Sariwani 2.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antar negara dalam sektor pendidikan dapat menghasilkan dampak positif yang nyata bagi kualitas pendidikan di Indonesia.

Penerapan PKR bukan hanya tentang mengatasi kekurangan sumber daya, tetapi juga tentang menciptakan sistem pembelajaran yang lebih inklusif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Di tengah tantangan yang ada, keberhasilan SDN Sariwani 2 menjadi bukti bahwa inovasi pendidikan yang diterapkan dengan tekad dan kerja keras dapat mengubah nasib anak-anak di daerah terpencil.

Hal di atas adalah langkah penting dalam memperjuangkan pendidikan yang lebih merata dan berkualitas untuk semua.

(Penulis: Dadang Wahyu Hendratmoko/Editor: Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur)

Bagikan Tulisan
Skip to content