Podcast Beraksi – Penerapan teknologi dalam pendidikan semakin menjadi kebutuhan yang tak terelakkan, seiring dengan berkembangnya zaman dan pesatnya kemajuan teknologi informasi.
DI Podcast Beraksi (Berbagi Konten Edukasi) pada Rabu (28/1/2026), Kepala BBPMP (Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan) Provinsi Jawa Timur, Praptono, memberikan penekanan mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi, khususnya Papan Interaktif Digital (PID), sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Menurut Praptono, arahan Presiden mengenai digitalisasi pendidikan adalah langkah strategis untuk mengatasi berbagai tantangan dalam dunia pendidikan Indonesia, yang tersebar luas di kepulauan dan memiliki jumlah siswa serta guru yang sangat besar.
Praptono menjelaskan bahwa Indonesia, dengan lebih dari tiga juta guru dan 50 juta siswa, menghadapi tantangan besar dalam memastikan pemerataan kualitas pendidikan.
Salah satu langkah yang diambil oleh pemerintah adalah dengan memanfaatkan teknologi untuk memperbaiki kualitas pembelajaran, baik di daerah perkotaan maupun pedesaan.
Hal tersebut adalah sebuah upaya yang harus dimaksimalkan, mengingat teknologi bukan lagi sesuatu yang bisa dihindari, melainkan sudah menjadi kebutuhan untuk memajukan pendidikan di Indonesia.
Namun, Praptono juga menyoroti pentingnya memanfaatkan teknologi dengan bijak.
Dalam kesempatan itu, ia menanggapi kejadian yang sempat viral di media sosial mengenai penggunaan Papan Interaktif Digital untuk kegiatan yang tidak sesuai dengan tujuan semula, seperti karaoke atau hiburan lainnya.
Ia menyayangkan bahwa ada oknum yang memanfaatkan bantuan yang diberikan oleh pemerintah untuk hal-hal yang jauh dari tujuan utamanya, yaitu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Pemerintah memberikan bantuan PID dengan harapan alat ini dapat digunakan untuk tujuan edukatif, bukan untuk kegiatan yang tidak relevan dengan proses belajar-mengajar.
Keberadaan PID di sekolah-sekolah di Jawa Timur, yang jumlahnya lebih dari 37 ribu satuan pendidikan, merupakan bagian dari upaya besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Praptono menegaskan bahwa meskipun teknologi bisa memberikan kemudahan dalam belajar, pemanfaatannya harus dilakukan secara kreatif dan inovatif.
Papan Interaktif Digital, yang pada awalnya dirancang untuk memperkaya proses belajar dengan interaksi yang lebih dinamis, harus digunakan dengan sepantasnya sesuai dengan tujuan pendidikan.
Pemanfaatan teknologi, menurut Praptono, harus mengedepankan kepentingan pembelajaran dan bukan hiburan.
Hal tersebut sejalan dengan kebijakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang ingin memanfaatkan semua sumber daya yang ada untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia.
Dengan PID, guru dapat mengajak siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran, menggunakan media digital untuk mempermudah pemahaman materi dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan interaktif.
Lebih lanjut, Praptono juga menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya tentang transfer ilmu, tetapi juga tentang menciptakan karakter dan sikap yang baik pada siswa.
Oleh karena itu, penggunaan teknologi dalam pendidikan harus diimbangi dengan etika dan tanggung jawab.
Guru diharapkan dapat menjadi contoh yang baik bagi siswa dalam menggunakan teknologi secara positif, serta menunjukkan kreativitas dan inovasi dalam setiap pembelajaran yang dilakukan.
Penggunaan PID harus benar-benar difokuskan pada upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Praptono mengingatkan agar para guru tidak terjebak pada kegiatan yang tidak relevan seperti karaoke atau hiburan lainnya.
Pendidikan harus tetap menjadi prioritas utama, dan teknologi harus digunakan untuk mendukung tujuan tersebut, bukan mengalihkan perhatian dari proses belajar yang seharusnya.
Di tengah tantangan yang dihadapi oleh dunia pendidikan, pemanfaatan teknologi seperti Papan Interaktif Digital ini memberikan peluang besar untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan efektif.
Oleh karena itu, guru diharapkan tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga harus tetap mengedepankan kreativitas dalam menyampaikan materi pelajaran. Dengan cara ini, pendidikan di Indonesia berpeluang besar untuk terus berkembang dan semakin mendekati kualitas yang diharapkan oleh masyarakat dan pemerintah.
Praptono juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, guru, dan pihak sekolah dalam memastikan bahwa teknologi yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan tepat.
Jadi yang perlu menjadi penekanan, pendidikan yang bermutu tidak hanya bergantung pada alat yang digunakan, tetapi juga pada niat dan komitmen dari setiap pihak yang terlibat dalam proses pendidikan.
Teknologi adalah alat yang dapat mempermudah, tetapi kualitas pendidikan tetap bergantung pada kualitas guru dan siswa yang terlibat dalam proses tersebut.
Simak juga Podcast Beraksi tentang Bedah Program Revitalisasi Tahun 2026:
(Sumber catatan: You Tube BBPMP Provinsi Jawa Timur/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)




