Podcast Beraksi – Digitalisasi pembelajaran telah menjadi topik yang tak terelakkan dalam upaya memajukan kualitas pendidikan di Indonesia.
Salah satu inisiatif besar yang diluncurkan oleh pemerintah adalah program digitalisasi pembelajaran melalui pemberian alat dan platform yang mendukung kegiatan belajar-mengajar berbasis teknologi.
Program tersebut dijalankan sesuai dengan Inpres No. 7 tahun 2025, yang mengarah pada percepatan pembangunan dan transformasi pendidikan dengan memanfaatkan teknologi digital.
Tahun ini, berbagai langkah konkret diambil lagi untuk mengubah sekolah-sekolah menjadi tempat belajar yang lebih sesuai dengan tuntutan zaman yang serba digital.
Salah satu komponen penting dalam program ini adalah pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID), yang memberikan cara baru dalam menyampaikan materi pelajaran secara lebih menarik dan interaktif.
Ketua Tim Kerja Digitalisasi Pembelajaran BBPMP Provinsi Jawa Timur Riyanto (Cak Rye), dalam Podcast Beraksi (Berbagi Konten Edukasi pada Rabu (28/1/2026), menjelaskan bahwa selain bantuan berupa PID atau Interactive Flat Panel (IFP), program ini juga mencakup pengembangan platform pendidikan yang memungkinkan pemanfaatan teknologi secara optimal.
Pemberian platform tersebut penting karena tanpa akses ke platform yang tepat, perangkat digital seperti PID tidak akan berfungsi maksimal dalam mendukung proses pembelajaran.
Selain itu, pemerintah juga menyadari bahwa meskipun perangkat sudah disediakan, tantangan lain yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di satuan pendidikan.
Oleh karena itu, untuk memastikan pemanfaatan alat ini dapat berjalan dengan efektif, Bimbingan Teknis (Bimtek) diberikan kepada guru-guru yang menerima bantuan IFP.
Bimtek di atas diselenggarakan oleh Direktorat dan Satker (Satuan Kerja) yang ada di setiap provinsi untuk memastikan guru-guru tidak hanya menerima perangkat, tetapi juga mampu menggunakannya dengan baik dalam proses pembelajaran.
Dalam rangka memastikan bantuan ini tepat sasaran, pemerintah membagi bantuan digitalisasi pembelajaran dalam tiga jenis paket yang disesuaikan dengan kondisi geografis dan infrastruktur satuan pendidikan.
Paket pertama ditujukan untuk sekolah yang sudah memiliki listrik dan internet.
Sekolah-sekolah tersebut akan mendapatkan IFP, laptop, dan penyimpanan eksternal.
Paket kedua diberikan kepada sekolah yang belum memiliki internet.
Mereka akan menerima IFP dan koneksi internet untuk memastikan akses pembelajaran digital.
Paket ketiga diperuntukkan bagi sekolah yang tidak memiliki listrik atau internet sama sekali.
Paket tersebut akan menyediakan IFP, laptop, solar panel, dan koneksi internet menggunakan teknologi Starlink, yang memungkinkan akses pendidikan meskipun di daerah terpencil.
Pembagian paket bantuan di atas menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa setiap sekolah, tanpa memandang lokasinya, dapat memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran.
Tidak hanya terbatas pada pemberian perangkat keras, tetapi juga adanya penguatan infrastruktur dan sumber daya manusia, yang sangat penting agar pemanfaatan teknologi ini benar-benar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.
Pemberian bantuan berbasis pada kondisi sekolah ini memastikan bahwa tidak ada satu pun sekolah yang tertinggal dalam hal digitalisasi pembelajaran.
Bahkan, bagi sekolah yang berada di daerah dengan akses listrik dan internet yang terbatas, bantuan berupa solar panel dan teknologi Starlink memberi mereka kesempatan untuk tetap terhubung dan mendapatkan akses pendidikan digital.
Hal di atas tersebut adalah langkah besar dalam memastikan pemerataan akses pendidikan di seluruh Indonesia, terutama di daerah-daerah terpencil yang sebelumnya sulit dijangkau.
Dengan dukungan teknologi yang memadai, para guru diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengajaran mereka, menyajikan materi dengan cara yang lebih menarik, dan memperluas cakupan pembelajaran.
Ke depan, kita dapat berharap bahwa teknologi akan semakin menjadi bagian integral dari proses pendidikan di Indonesia. Tidak hanya sebagai alat bantu, tetapi sebagai katalisator yang mempercepat perubahan menuju pendidikan yang lebih baik dan merata.
Meskipun teknologi memberikan banyak peluang, tantangan terbesar tetap pada kesiapan sumber daya manusianya.
Oleh karena itu, penguatan SDM melalui pelatihan dan bimbingan teknis bagi para guru menjadi hal yang sangat krusial.
Pemberian perangkat tanpa diimbangi dengan peningkatan keterampilan guru dalam menggunakannya hanya akan membuang-buang potensi yang ada. Karena itu, bimbingan teknis ini dirancang agar para guru dapat memanfaatkan setiap fitur dalam PID dan platform pendidikan lainnya dengan maksimal.
Dengan berbagai inisiatif tadi, pemerintah menunjukkan keseriusannya dalam membangun ekosistem pendidikan digital yang kuat.
Dalam waktu dekat, jika semua paket bantuan ini berjalan lancar, kita akan melihat pendidikan Indonesia bertransformasi menjadi lebih modern, efektif, dan inklusif.
Teknologi bukan hanya menjadi alat, tetapi menjadi bagian dari solusi untuk menjawab tantangan besar dalam pemerataan kualitas pendidikan di tanah air.
Inisiatif digitalisasi ini juga menggarisbawahi pentingnya peran teknologi dalam dunia pendidikan. Dalam menghadapi dunia yang semakin digital, pendidikan harus mampu beradaptasi dengan cepat agar generasi mendatang tidak tertinggal.
Melalui bantuan yang terarah dan pelatihan yang memadai, diharapkan guru-guru dapat mengoptimalkan teknologi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih baik bagi para siswa.
Pemanfaatan PID dan bantuan lainnya merupakan langkah awal yang sangat signifikan dalam merubah cara kita mengakses dan menyampaikan pendidikan.
Sebagai bagian dari upaya menuju pendidikan yang lebih merata dan berkualitas, program tersebut membuka peluang baru bagi semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Simak juga Podcast Beraksi tentang Bedah Program Revitalisasi Tahun 2026:
(Sumber catatan: You Tube BBPMP Provinsi Jawa Timur/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)




