Komisi X Tak Menduga, Diskusi Berjalan Produktif dan Banyak Masukan Berharga yang Didapat

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, dalam kunjungan kerjanya bersama tim ke Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur pada 23 Februari 2026, menyampaikan bahwa diskusi yang berlangsung sangat produktif.

Berbagai stakeholder yang hadir, mulai dari dinas-dinas hingga komunitas dan lembaga terkait, berhasil mengungkapkan isu-isu yang sangat penting dan mendesak di lapangan.

Masukan-masukan yang diterima oleh Komisi X sangat berharga, baik untuk fungsi legislasi maupun pengawasan, terutama terkait dengan revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan Undang-Undang Statistik yang tengah disusun.

Hetifah menegaskan pentingnya mendengarkan langsung apa yang terjadi di lapangan, karena hal tersebut memberikan gambaran nyata yang tidak bisa diabaikan.

Salah satu hal yang ditekankan adalah kebutuhan akan anggaran yang lebih baik, salah satunya contohnya untuk kegiatan perpustakaan di sekolah-sekolah dan penguatan literasi secara umum.

Dengan mendengarkan langsung kebutuhan yang ada di daerah, Komisi X berharap dapat memperbaiki kebijakan yang ada di pusat, memastikan bahwa anggaran yang dialokasikan benar-benar tepat sasaran dan dapat memberi dampak yang signifikan bagi masyarakat.

Masukan yang diterima dari berbagai pihak selama kunjungan ini juga mengungkapkan pentingnya peran pengawasan dalam memastikan implementasi program-program pemerintah berjalan dengan efektif dan efisien.

Informasi yang diperoleh sangat valid dan berdasarkan pada realita yang dihadapi oleh masyarakat, yang tentunya menjadi bahan pertimbangan untuk perbaikan kebijakan dan pelaksanaan program ke depan.

Komisi X berkomitmen untuk tidak mengabaikan hal-hal yang telah disampaikan oleh stakeholder dan berupaya memastikan bahwa kebijakan yang diambil dapat memberikan solusi nyata di lapangan.

Selain itu, Hetifah juga mengapresiasi keberhasilan Provinsi Jawa Timur yang berhasil menjadi contoh terbaik dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan.

Menurutnya, Jawa Timur dapat dijadikan model atau “best practice” yang layak untuk diadopsi oleh daerah lain di Indonesia.

Keberhasilan ini, kata Hetifah, bahkan bisa dijadikan bahan untuk pembuatan kebijakan nasional yang lebih luas, yang dapat memberikan manfaat bagi daerah-daerah lain di seluruh Indonesia.

Pelayanan yang diberikan oleh BBPMP Provinsi Jawa Timur juga mendapat pujian dari Hetifah.

Fasilitas yang disediakan sangat luar biasa, termasuk ruang-ruang yang nyaman dan subsistem yang mendukung.

Hal yang paling penting adalah kehadiran para peserta yang sangat berpengetahuan, terbarukan, dan mampu mengartikulasikan berbagai informasi dengan baik.

Diskusi yang berlangsung pun berjalan dengan lancar dan produktif, berkat kontribusi aktif dari semua pihak yang terlibat.

Kunjungan ini menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan nyata di lapangan.

Melalui pendekatan yang lebih inklusif dan berbasis data, diharapkan kebijakan yang dihasilkan akan lebih efektif dalam menjawab tantangan, salah satunya di bidang pendidikan.

Dengan melihat contoh-contoh sukses seperti yang ada di Jawa Timur, Komisi X DPR RI dapat merumuskan langkah-langkah konkret, salah satunya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.

(Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Bagikan Tulisan
Skip to content