Podcast Beraksi – Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur terus mendorong agar kebijakan pendidikan Kemendikdasmen di daerah dapat diimplementasikan secara optimal melalui berbagai upaya pendampingan.
BBPMP Jawa Timur tidak hanya memberikan arahan teknis kepada satuan pendidikan, tetapi juga melakukan advokasi kepada pemerintah daerah untuk memastikan setiap kebijakan berjalan sesuai tujuan.
Pemantauan pengelolaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) menjadi salah satu fokus utama agar setiap sekolah memanfaatkan anggaran secara tepat dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dwi Agus Santoso, dari Tim Satgas BOSP BBPMP Jawa Timur di Podcast Beraksi (Berbagi Konten Edukasi) BBPMP Jawa Timur pada hari Rabu (4/3/2026), mengungkapkan bahwa penyaluran dana BOSP tahap pertama tahun 2026 menunjukkan capaian yang tinggi.
Persentase penyaluran telah mencapai 99,51 persen dari total 65.377 satuan pendidikan penerima.
Hanya sekitar 0,49 persen atau 41 sekolah yang belum menerima dana, sebagian besar karena kendala administratif seperti perubahan nomor rekening atau proses konfirmasi rekening yang belum rampung di tingkat dinas pendidikan.
Kendala lainnya yang ditemui adalah beberapa sekolah yang telah tutup atau melakukan penggabungan.
Meski demikian, jumlah sekolah yang menghadapi hambatan ini sangat kecil dibandingkan keseluruhan penerima dana.
BBPMP Jawa Timur memastikan bahwa setiap masalah administrasi ditangani dengan cepat agar penyaluran BOSP dapat diselesaikan tanpa menunda program pendidikan di lapangan.
Pendekatan ini menegaskan pentingnya tata kelola yang efektif dan akuntabel dalam pengelolaan dana publik.
Selain itu, para narasumber termasuk Koordinator Tim Peningkatan Kualitas Transfer Daerah BBPMP Jawa Timur, Amiruddin, menekankan perlunya kreativitas satuan pendidikan dalam memanfaatkan dana BOSP.

Dana ini tidak hanya boleh digunakan untuk kebutuhan operasional rutin, tetapi harus diarahkan untuk mendukung inovasi pembelajaran.
Sekolah diharapkan mampu merancang program dan kegiatan yang memberikan dampak nyata bagi kualitas pendidikan, sehingga setiap rupiah yang dikeluarkan menghasilkan manfaat maksimal bagi siswa dan proses belajar mengajar.
BBPMP Jawa Timur juga menekankan bahwa pendampingan ini bersifat menyeluruh, mulai dari perencanaan anggaran, pelaksanaan program, hingga pemantauan dan evaluasi penggunaan dana.
Dengan penguatan kapasitas sekolah melalui bimbingan teknis dan advokasi, diharapkan setiap satuan pendidikan dapat mengelola BOSP secara transparan, bertanggung jawab, dan tepat sasaran.
Pendekatan ini memastikan bahwa dana tidak hanya tersalurkan, tetapi juga digunakan secara strategis.
Peningkatan kualitas pendidikan menjadi tujuan utama dari pengelolaan dana BOSP yang efektif.
Dengan memanfaatkan dana untuk inovasi, sekolah dapat mengembangkan metode pembelajaran baru, meningkatkan kompetensi guru, dan memperkaya fasilitas pendidikan.
Langkah ini sejalan dengan semangat untuk menjadikan setiap satuan pendidikan sebagai pusat pembelajaran yang berkualitas dan adaptif terhadap kebutuhan abad ke-21.
Hasil dari pengelolaan BOSP yang baik juga memberikan efek jangka panjang bagi pendidikan di Jawa Timur.
Lagi-lagi perlu jadi perhatian serius, BOSP bukanlah sekadar dana operasional, tetapi harus menjadi instrumen strategis dalam membangun pendidikan yang berkualitas.
Jadikan dana pendidikan tersebut sebagai motor penggerak inovasi, bukan hanya sebagai sumber biaya rutin.
Sehingga sekolah-sekolah di Jawa Timur ke depannya mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, inovatif, dan pembelajarannya berkualitas tinggi.
Jadi, secara keseluruhan, pengelolaan dana BOSP yang tepat diharapkan tidak hanya menjaga kelancaran operasional sekolah, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang berdampak luas khususnya bagi siswa.
Simak Podcast Beraksi kami lainnya tahun ini:
(Penulis: Diana Triastuty/Editor: Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari You Tube BBPMP Provinsi Jawa Timur)




