Inside School – SMPN 9 Kota Probolinggo memperkuat atau menjaga kualitas tulisan siswa melalui strategi yang sistematis dan terarah.
Kepala sekolah menekankan bahwa tahap awal menulis bagi siswa harus bebas dari rasa takut, sehingga anak-anak dapat menulis tanpa khawatir salah atau benar.
Filosofi ini diterapkan sebagai motivasi awal, dan setiap perkembangan siswa secara rutin dilaporkan kepada kepala sekolah untuk menjaga konsistensi dukungan.
Setelah tahap awal motivasi, sekolah memberikan pelatihan yang lebih terstruktur melalui wakil kelas.
Pelatihan ini mencakup sistematika menulis, etika menulis, dan pengawasan agar karya siswa bebas dari konten yang tidak pantas.
Langkah ini memastikan setiap karya memiliki standar mutu yang jelas dan mendidik siswa untuk memahami tanggung jawab dalam menulis.
Sekolah juga menyesuaikan pendekatan menulis dengan era kecerdasan buatan.
AI dianggap sebagai alat bantu atau teman, bukan musush atau pengganti kreativitas siswa.
Anak-anak dibimbing agar menggunakan AI secara bijak, tetap mengedepankan gagasan sendiri, dan mengembangkan ide melalui bantuan AI tanpa kehilangan keaslian karya.
Upaya menjaga keaslian tulisan juga diterapkan pada proyek autobiografi siswa.
Setiap karya dilengkapi dengan foto dan data diri siswa untuk memastikan validitas bahwa karya benar-benar milik mereka.
Langkah ini menjadi penting untuk mencegah sepenuhnya ketergantungan pada AI atau menyalin karya orang lain.
Tim editor sekolah, mayoritas guru bahasa Indonesia, bertugas menyeleksi setiap karya mulai dari judul, isi, hingga kesesuaian dengan kaidah penulisan.
Pendekatan ini memastikan mutu tulisan tetap terjaga, sekaligus melatih siswa memahami teknik penulisan yang benar.
Kolaborasi antara kepala sekolah, guru, dan editor menunjukkan bahwa pengembangan literasi produktif bisa dijalankan secara terstruktur, kreatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi.
Simak selengkapnya di tayangan berikut:
(Foto atau ilustrasi dipenuhi dari You Tube SMPN 9 Kota Probolinggo)




