Kepala SMPN 9 Kota Probolinggo Rutin Kunjungi Kelas-kelas, Dorong Siswa Berani Menulis

Inside School – Filosofi sederhana tetapi efektif yakni menulis dulu, baru kemudian dilakukan editing menjadi penekanan Kepala SMPN 9 Kota Probolinggo, Qamaruddin, menumbuhkan literasi produktif.

Filosofi tadi menjadi fokus utama agar anak-anak terbiasa menuangkan gagasan mereka tanpa takut salah.

Ia memulainya dengan motivasi langsung di kelas.

Kepala sekolah secara rutin memberikan dorongan kepada siswa, memastikan mereka berani menulis dan merasakan nikmatnya mengekspresikan ide melalui tulisan.

Motivasi ini menjadi fondasi agar budaya menulis dapat tumbuh secara alami.

KIni Program Smart Grub menjadi wadah bagi kegiatan menulis rutin di sekolah.

Salah satu pendamping siswa, Eniwid, menjelaskan bahwa setiap minggu, sebelum pelajaran dimulai, siswa diberikan waktu 15 hingga 30 menit untuk menulis.

Aktivitas ini dilakukan secara konsisten agar siswa terbiasa menulis setiap hari.

Selain kegiatan rutin harian, penulisan juga dilakukan pada hari Jumat dan Sabtu sebelum pelajaran jam pertama.

Kegiatan ini dimonitor oleh guru ko-kurikuler yang memantau kemajuan siswa, termasuk seberapa banyak tulisan yang telah dibuat dan seberapa jauh perkembangan buku yang sedang mereka kerjakan.

Sistem ini memungkinkan sekolah untuk melacak progres penulisan secara terstruktur.

Hasil dari proses rutin menulis ini kemudian dibawa ke tahap editing.

Tim editor, yang sebagian besar terdiri dari guru bahasa Indonesia, meninjau setiap karya untuk memastikan kualitas dan kesesuaian dengan kaidah penulisan.

Dengan cara ini, setiap buku yang dihasilkan memiliki standar mutu yang jelas tanpa mengurangi kreativitas siswa.

Qamaruddin menekankan bahwa segala upaya ini menjadi mungkin karena dedikasi tim dan semangat siswa.

Hal yang awalnya dianggap tidak mungkin, dengan kerja keras dan konsistensi, akhirnya berhasil diwujudkan.

Anak-anak belajar untuk berani menulis dan menemukan cara mereka sendiri dalam mengekspresikan ide.

Metode penulisan siswa beragam.

Beberapa siswa menulis langsung di ponsel, sebagian lagi menggunakan fitur voice untuk merekam suara yang kemudian dikonversi menjadi teks.

Kendala teknis seperti kehilangan data di ponsel juga menjadi bagian dari pengalaman belajar, tetapi tidak mengurangi semangat mereka.

Filosofi utama tetap sama, yaitu berani menulis adalah kunci utama.

Budaya menulis yang dibangun di SMPN 9 Kota Probolinggo menunjukkan bahwa proses yang konsisten, dukungan guru, dan keberanian siswa untuk mencoba adalah faktor utama dalam menumbuhkan literasi produktif.

SMPN 9 Kota Probolinggo sudah bisa membuktikan bahwa dengan strategi yang tepat, tantangan yang awalnya terlihat mustahil dapat diubah menjadi pencapaian nyata.

Simak selengkapnya di tayangan berikut:

(Foto atau ilustrasi dipenuhi dari You Tube SMPN 9 Kota Probolinggo)

Bagikan Tulisan
Skip to content