Kabar Daerah – Senin, 30 Maret 2026, para siswa murid mulai masuk sekolah pasca libur Lebaran 2026,
Hari pertama KBM tatap muka menandai kembalinya rutinitas belajar setelah libur panjang yang berlangsung sejak pertengahan Maret.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, melakukan pengecekan langsung di sejumlah sekolah, termasuk SDN Ketintang 1.
Kehadirannya bertujuan memastikan proses pembelajaran berjalan lancar sekaligus memberikan motivasi bagi para siswa agar kembali disiplin setelah libur panjang.
Febri hadir bersama Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur Praptono berserta jajarannya.

Bersama-sama mereka menyapa siswa dan menyampaikan pesan tentang pentingnya membangun kebiasaan baik dalam rutinitas sekolah.
Ia menekankan bahwa bangun pagi dan kembali ke sekolah merupakan langkah sederhana namun penting dalam membangun disiplin.
Motivasi yang disampaikan tidak hanya soal disiplin belajar, tetapi juga kepedulian antarsiswa.
Febri menekankan pentingnya saling memperhatikan teman, mulai dari menanyakan kabar teman yang tidak masuk sekolah hingga memahami kondisi teman yang sedang bersedih.
Kepedulian sederhana itu dianggap sebagai bentuk kasih sayang yang mendukung lingkungan belajar yang sehat.
Ia menekankan bahwa saling peduli bukan sekadar wacana, tetapi tindakan nyata yang harus diterapkan setiap hari di sekolah.

Anak-anak diminta untuk tidak menyakiti teman sebangku maupun teman sekelas.
Pesan ini menjadi bagian dari pendidikan karakter yang terus diingatkan kepada siswa.
Kepedulian terhadap sesama juga diperluas ke ranah penggunaan teknologi.
Febri mengingatkan siswa agar membatasi penggunaan handphone.
Gadget dianggap berpotensi menimbulkan risiko jika tidak digunakan secara bijak.
Penggunaan perangkat digital harus disertai kesadaran akan bahaya yang ada di dunia maya.
Ancaman di dunia digital tidak bisa dianggap sepele.
Febri mencontohkan kasus di luar Surabaya, di mana seorang anak terlibat dalam grup berbahaya di dunia maya dan harus berhadapan dengan hukum.
Ia menekankan pentingnya berhati-hati dan tidak mencoba hal-hal yang tidak dipahami saat menggunakan gawai.
Pesan tentang penggunaan teknologi selaras dengan upaya membangun lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.
Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang di mana siswa belajar mengenali batas, tanggung jawab, dan risiko yang mungkin muncul.
Selain itu, Febri juga menekankan persiapan akademik.
Siswa kelas 6 diingatkan untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi Tes Kemampuan Akademik yang dijadwalkan pada 20-30 April 2026.
Ia menegaskan bahwa masih ada waktu untuk belajar maksimal dan meraih hasil terbaik, sehingga siswa tetap termotivasi.
Pentingnya dukungan orang tua juga diingatkan.
Febri menekankan bahwa doa orang tua menjadi bagian dari perjalanan belajar anak.
Sebelum berangkat sekolah, siswa dianjurkan meminta doa agar bisa belajar dengan baik dan meraih hasil optimal pada TKA nanti.
Hari pertama masuk sekolah di Surabaya ini tidak sekadar rutinitas pembelajaran.
Kegiatan itu menjadi momen untuk menguatkan disiplin, kepedulian, penggunaan teknologi yang bijak, persiapan akademik, dan keterlibatan sekolah, keluarga dan masyarakat.
(Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)




