Menengok Cara SDN Ketintang 1 Surabaya Wujudkan Sekolah ASRI

Inside School – Dalam mewujudkan sekolah yang ASRI, tiap hari Jumat, SDN Ketintang 1 Surabaya menggelar kegiatan pengolahan sampah melalui program Jumat Bersih.

Dikatakan Kepala Sekolah Dhiana Fadjarwati ke Tim Publikasi dan Komunikasi Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur usai kegiatan Upacara Bendera pada Senin (30/3/2026), aktivitas tersebut tidak hanya melibatkan warga sekolah, tetapi juga seluruh siswa untuk membersihkan lingkungan sekitar sekaligus mengelola sampah yang dihasilkan.

Aktivitas rutin ini menjadi bagian dari pendidikan karakter sekaligus pembiasaan hidup bersih.

Para siswa diajarkan bahwa sampah bukan sekadar limbah yang dibuang, melainkan memiliki nilai guna.

Sampah dapat diolah menjadi bahan untuk kegiatan lain, termasuk properti sekolah.

Pemahaman ini menumbuhkan kesadaran pada anak-anak untuk memanfaatkan sumber daya secara bijak dan kreatif.

Sampah kain perca menjadi salah satu contoh konkret.

Perca kain yang biasanya tersisa dari kegiatan menjahit atau kegiatan lain dapat diubah menjadi baju daur ulang, selendang, atau properti lain yang bisa digunakan siswa.

Dengan begitu, anak-anak belajar bahwa sesuatu yang tampak tidak berguna sebenarnya dapat memiliki manfaat yang lebih tinggi jika dikelola dengan baik.

Program pengelolaan sampah di SDN Ketintang 1 bukan hanya soal kebersihan fisik, tetapi juga pendidikan nilai.

Anak-anak dilatih untuk hidup bersih, mengelola lingkungan, dan melihat potensi kegunaan di balik sesuatu yang sering dianggap tidak berguna.

Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan dapat membentuk kesadaran lingkungan dan kreativitas sejak usia dini.

(Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Bagikan Tulisan
Skip to content