TKA di Jatim – Beberapa siswa dari SD Kiddoz Mojokerto membagikan pengalaman mereka setelah mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Maminjo Ester, Chika Azari Nisansabiel, dan Andikurnia Saputra Nugraha menyebut pelaksanaan TKA berjalan lancar dan soal-soal relatif mudah.
Tidak ada kendala berarti yang mereka alami, sehingga suasana ujian tetap nyaman dan menyenangkan.
Para siswa menekankan pentingnya waktu yang cukup dalam mengerjakan soal.
Mereka berharap TKA ke depan memberi fleksibilitas lebih, baik dalam durasi pengerjaan maupun kestabilan server, sehingga proses pengerjaan lebih tenang dan tidak terburu-buru.
Harapan di atas mencerminkan kebutuhan mereka akan pengalaman ujian yang terukur dan terkelola dengan baik.
Kenyamanan dan kegembiraan menjadi fokus utama dalam pelaksanaan TKA.
Diskusi hangat seputar kebijakan dan program-program prioritas Kemendikdasmen dan program inovasi BBPMP Provinsi Jawa Timur di publikasi mutu sekolah di Jawa Timur lewat program Mertamulah (Meliput dan Menceritakan Mutu Sekolah) juga menjadi salah satu agenda kunjungan Kepala BBPMP Jatim beserta tim saat memantau pelaksanaan TKA SD di Jawa Timur



Terkait TKA itu jangan sampai menekan para siswa, Kepala BBPMP Provinsi Jawa Timur Praptono, saat memantau pelaksanaan TKA jenjang SMP sebelumnya, menekankan agar peserta menikmati proses tes layaknya bermain game teka-teki.
Ia mengingatkan murid untuk mengerjakan soal dengan maksimal, tetap jujur, dan menjaga suasana hati yang gembira selama ujian.
Pendekatan serupa juga diterapkan secara nasional.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyatakan sistem TKA dirancang terbuka dan tidak menegangkan bagi siswa.
Tes tersebut diharapkan menciptakan suasana yang jujur dan menyenangkan, agar anak-anak dapat belajar dari pengalaman ujian tanpa rasa tertekan.
Menurut Mendikdasmen, TKA disebut sebagai standardized test, tes yang terstandar. Artinya, siswa tidak perlu khawatir atau takut menghadapi ujian.
Tagline resmi TKA, “Jujur dan Gembira,” menjadi penanda semangat baru dalam pelaksanaan ujian di seluruh Indonesia.
Pemerintah mengusung konsep bahwa ujian bukan sekadar momen evaluasi akademik, tetapi juga kesempatan untuk menumbuhkan sikap disiplin, kejujuran, dan keceriaan.
Pendekatan ini memberi dampak positif bagi perkembangan karakter siswa sejak usia dini hingga jenjang sekolah dasar dan menengah.
Implementasi TKA yang menyenangkan dan jujur juga menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kualitas pengalaman belajar peserta didik.
Dengan demikian, TKA tidak hanya menjadi alat pengukuran kemampuan akademik, tetapi juga sarana membangun rasa percaya diri dan kesadaran etika dalam proses belajar.
Dari pengalaman siswa, pengawasan guru, hingga arahan Mendikdasmen, jelas terlihat bahwa TKA dirancang untuk menggabungkan kompetensi akademik dan kesejahteraan psikologis siswa.
Model pelaksanaan ini menjadi contoh inovatif bagaimana ujian dapat dijalankan dengan standar tinggi tanpa mengorbankan kenyamanan dan semangat belajar peserta didik.
(Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)




