BBPMP Jatim Raih Predikat AA di SAKIP, Bukti Akuntabilitas dan Kinerja Pendidikan Meningkat

Penganugerahan Mendikdasmen kepada Unit Kerja dan Satuan Kerja Terbaik Tahun 2025 pada Kamis (23/4/2026) menjadi momen penting untuk menyoroti capaian kinerja tata kelola di lingkungan Kemendikdasmen.

Acara tersebut juga menjadi cermin bagi seluruh unit kerja, salah satunya untuk terus memperkuat akuntabilitas dan profesionalisme dalam mengelola program pendidikan.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menekankan bahwa Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah atau SAKIP bukan sekadar prosedur formal, melainkan pengakuan nyata atas konsistensi dan keberhasilan unit kerja dalam menerapkan prinsip akuntabilitas secara berkelanjutan.

Di kategori Unit Pelaksana Teknis, SAKIP Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur meraih peringkat ketiga dengan skor 94,10 dan predikat AA.

Pencapaian di atas menegaskan bagaimana manajemen kinerja yang baik mampu menghasilkan dampak nyata bagi layanan pendidikan dan masyarakat.

Penghargaan ini menjadi dorongan bagi seluruh unit kerja untuk mengelola program secara bertanggung jawab.

Setiap kegiatan tidak hanya harus selesai tepat waktu, tetapi juga memberikan hasil terukur yang jelas.

Implementasi prinsip di atas memastikan setiap program Kemendikdasmen dapat memberikan manfaat langsung bagi peserta didik dan lingkungan pendidikan.

Penilaian SAKIP dilakukan melalui evaluasi internal yang dipandu oleh Inspektorat Jenderal Kemendikdasmen dan mengacu pada ketentuan Permen PAN-RB.

Evaluasi tersebut menjadi tolok ukur objektif untuk menilai efektivitas manajemen kinerja setiap unit utama maupun satuan kerja.

Pada tingkat kementerian, hasil evaluasi tahun 2025 menunjukkan nilai 79,66 dengan predikat BB. Meskipun masih ada ruang untuk peningkatan, nilai ini menandai kemajuan dari tahun sebelumnya dan menunjukkan bahwa sistem manajemen kinerja Kemendikdasmen semakin andal.

Di tingkat SATKER, terdapat lonjakan positif.

Jumlah satuan kerja dengan predikat AA meningkat dari 28 menjadi 48. Hal ini menjadi indikator bahwa upaya peningkatan kualitas tata kelola dan kinerja telah membuahkan hasil nyata, tidak hanya sebagai angka, tetapi juga sebagai bukti implementasi akuntabilitas yang kuat.

Pencapaian ini sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan budaya kerja yang transparan, bertanggung jawab, dan berorientasi pada hasil.

BBPMP Jatim dan unit kerja lain di Kemendikdasmen menunjukkan bahwa melalui manajemen kinerja yang baik, setiap program pendidikan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Dengan sistem akuntabilitas yang semakin matang, Kemendikdasmen menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan bukan sekadar target administratif, tetapi komitmen nyata untuk memperkuat layanan pendidikan bermutu untuk semua.

(Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur)

Bagikan Tulisan
Skip to content