Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pendidikan pada hakikatnya adalah proses mencerdaskan kehidupan dan peradaban bangsa. Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 menjadi momen strategis untuk meneguhkan komitmen tersebut dan menekankan pentingnya peran pendidikan dalam pembangunan manusia.
Pernyataan itu disampaikan Mendikdasmen saat memimpin upacara Hardiknas di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa pendidikan harus menumbuhkembangkan potensi manusia agar menjadi individu yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, jujur, bertanggung jawab, serta memiliki kepribadian utama lainnya.
Untuk mencapai tujuan itu, Kemendikdasmen mendorong penerapan pembelajaran mendalam atau deep learning sebagai program prioritas. Pendekatan ini menempatkan proses belajar sebagai pengalaman yang bermakna dan berpusat pada pengembangan potensi murid secara menyeluruh.
Mendikdasmen menekankan adagium yang populer, bahwa memajukan bangsa hanya bisa dilakukan melalui perbaikan pendidikan, yang dimulai dari dalam kelas. Pembelajaran mendalam dianggap sebagai ikhtiar strategis untuk mewujudkan cita-cita ideal pendidikan nasional.
Sebagai bagian dari implementasi, Kemendikdasmen menetapkan sejumlah kebijakan strategis, termasuk program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran. Program ini menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto dan membawa dampak nyata bagi dunia pendidikan.
Pada tahun 2025, program revitalisasi telah menjangkau lebih dari 16.000 satuan pendidikan. Program digitalisasi melalui penyediaan Interactive Flat Panel (IFP) telah dimanfaatkan di lebih dari 288 ribu satuan pendidikan, menunjukkan jangkauan yang luas dalam mendukung pembelajaran modern.
Selain itu, Kemendikdasmen terus mendorong penguatan karakter melalui penciptaan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung. Penerapan budaya Aman, Sehat, Resik, dan Indah (Asri) bertujuan menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi seluruh murid.
Kualitas pembelajaran juga diperkuat melalui pengembangan literasi, numerasi, dan kemampuan STEM, serta pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Upaya ini menjadi bagian dari strategi untuk memastikan murid tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan global.
Kemudahan akses pendidikan menjadi perhatian lain. Kemendikdasmen memperluas layanan pendidikan melalui berbagai skema, seperti sekolah satu atap, pendidikan jarak jauh, komunitas belajar, dan sekolah terbuka, sehingga layanan pendidikan lebih mudah dijangkau, terjangkau, dan fleksibel bagi semua lapisan masyarakat.
Mendikdasmen mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kerja sama dalam memajukan pendidikan. Ia menekankan bahwa upaya bersama ini penting untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua, demi Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat.
(Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Kemendikdasmen)




