Menghidupkan Pancasila melalui Pendidikan, BBPMP Jatim Berperan Menguatkan Ekosistemnya

Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan oleh peserta didik. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus terlihat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam lingkungan sekolah. Pendidikan memiliki ruang yang besar untuk memastikan Pancasila tidak berhenti sebagai materi yang dipelajari, tetapi menjadi nilai yang dipraktikkan.

Sekolah merupakan tempat yang tepat untuk menumbuhkan kebiasaan tersebut. Di ruang kelas, peserta didik belajar menghargai perbedaan, bekerja sama, bertanggung jawab, dan memperlakukan orang lain dengan baik. Nilai-nilai itu tidak selalu membutuhkan pelajaran khusus. Nilai Pancasila dapat tumbuh melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sekolah.

Gotong royong, misalnya, tidak cukup dijelaskan sebagai sebuah konsep. Peserta didik perlu mengalami sendiri bagaimana bekerja bersama dapat menyelesaikan persoalan. Demikian pula dengan sikap menghargai perbedaan. Anak perlu dibiasakan memahami bahwa perbedaan latar belakang, pendapat, maupun kemampuan merupakan bagian dari kehidupan bersama.

Karena itu, pendidikan tidak seharusnya hanya berorientasi pada pencapaian nilai akademik. Sekolah juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter peserta didik. Kemampuan memahami pelajaran penting, tetapi kemampuan hidup bersama, menghargai orang lain, dan bekerja sama juga menjadi bagian penting dari proses pendidikan.

Upaya BBPMP (Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan) Provinsi Jawa Timur dalam menguatkan ekosistem pendidikan di Jawa Timur menjadi bagian dari proses tersebut. Penguatan pendidikan perlu diarahkan agar sekolah mampu menciptakan lingkungan yang mendorong tumbuhnya karakter dan nilai kebersamaan. Pendidikan harus memberi kesempatan kepada setiap peserta didik untuk belajar dan berkembang.

Pancasila juga perlu hadir dalam cara sekolah memperlakukan keberagaman. Perbedaan tidak semestinya menjadi alasan untuk membatasi kesempatan belajar atau menciptakan jarak antarpeserta didik. Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi ruang bagi anak untuk belajar memahami, menghormati, dan bekerja bersama dengan orang lain.

Momentum Hari Kesaktian Pancasila dapat menjadi pengingat bahwa nilai Pancasila perlu terus dihidupkan melalui praktik pendidikan. Peringatan tidak cukup dilakukan melalui upacara atau kegiatan seremonial. Makna yang lebih penting adalah bagaimana nilai tersebut diterapkan dalam keseharian sekolah.

Ketika peserta didik terbiasa bergotong royong, menghargai perbedaan, menjaga persatuan, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya, pendidikan sedang menjalankan peran penting dalam membentuk karakter. Nilai Pancasila tidak lagi hanya terdengar dalam hafalan, tetapi mulai terlihat dalam perilaku.

Sekolah dengan demikian bukan hanya tempat untuk mendapatkan pengetahuan. Sekolah juga menjadi ruang untuk belajar hidup bersama. Dari ruang kelas, anak-anak belajar bahwa keberagaman dapat dikelola melalui sikap saling menghargai dan kerja sama.

Menghidupkan Pancasila melalui pendidikan berarti menjadikan nilai-nilainya sebagai bagian dari kebiasaan. Proses itu tidak selesai dalam satu kegiatan dan tidak cukup dilakukan pada momentum tertentu. Ia harus dibangun terus-menerus melalui pembelajaran, keteladanan, dan kehidupan sehari-hari di sekolah.

Dari Jawa Timur, penguatan nilai tersebut dapat terus dilakukan melalui ekosistem pendidikan yang memberikan ruang bagi semua peserta didik untuk belajar, berkembang, dan bekerja bersama. Sebab, Pancasila akan semakin bermakna ketika tidak hanya dihafalkan, tetapi benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan pendidikan.

*Simak tayangannya di sini

Baca juga: Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Pancasila melalui Pembelajaran Mendalam dan Budaya Sekolah

(Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Bagikan Tulisan
Skip to content