Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur menghadiri acara peresmian layanan transformasi pendidikan berkebutuhan khusus, melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Resource Center Gresik wilayah selatan I Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, pada Rabu (1/11/2023).
UPT Resource Center Gresik ini dihadirkan sebagai upaya dalam rangka pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dalam bidang pendidikan di Kabupaten Gresik.
Kepala Bagian (Kabag) Umum BBPMP Provinsi Jawa Timur, Dr. Rizqi, M.Pd, pun memberikan selamat dan mengucapkan harapannya.
“Mudah-mudahan ini sejalan dengan transformasi pendidikan khusus dari Kemendikbudristek,” ujarnya.
Rizqi menegaskan, transformasi pendidikan khusus memang menjadi salah satu layanan dari Kemendikbudristek.
Disebut sebagai transformasi, lanjutnya, karena pendidikan harus memperhatikan tumbuh kembang para siswa.
“Tidak boleh membeda-bedakan anak yang normal dan disabilitas, mereka harus mendapatkan perhatian yang sama,” ungkapnya.
Namun, faktanya, banyak anak berkebutuhan khusus yang tidak memiliki kesempatan untuk duduk di bangku sekolah karena pihak sekolah tidak bisa melayani.
Sehingga, Rizqi pun mengapresiasi tekad dari Pemerintah Kabupaten Gresik untuk memperbanyak Unit Pelayanan Disabilitas.
“Apalagi ada UPT-UPT ini, tentunya dalam rangka menyambut bahwa semua anak-anak di Kabupaten Gresik akan mendapatkan pelayanan pendidikan yang setara,” katanya.
Kembali ke transformasi pendidikan khusus, dikatakannya, transformasi yang kedua adalah adanya kemitraan dengan orang tua.
Ketika sekolah ini sudah memberikan layanan khusus, tentunya harus disambut juga di orang tua.
“Harus sejalan antara orang tua dengan sekolah, bagaimana memperlakukan anak disabilitas baik di rumah maupun di sekolah,” tuturnya.
Rizqi juga menyoroti upaya Pemkab Gresik yang melibatkan perusahaan untuk ikut memajukan dunia pendidikan.
Diketahui, diresmikannya UPT Resource Center Gresik wilayah selatan I ini juga mendapat dukungan PT. Garuda Food Putra Putri Jaya Tbk.
“Ini adalah transformasi luar biasa dari Pemkab Gresik yang mampu memberdayakan perusahaan-perusahaan untuk terlibat di dalam dunia pendidikan,” pujinya.
“Mudah-mudahan Garuda Food, tidak hanya di Gresik, namun di daerah-daerah lain yang membutuhkan, bisa difasilitasi dengan hal yang sama.”
Harapan ketiga dari Kemendikbudristek tentang transformasi pendidikan khusus adalah apapun sekolahnya, harus menjadi sekolah yang aman, nyaman, menyenangkan, dan inklusif atau menerima semuanya.
“Tidak hanya anak-anak kita yang normal, tetapi yang berkebutuhan khusus juga mendapatkan pelayanan pendidikan yang setara,” ucapnya.
“Sehingga, misalnya ada kecacatan fisik, namun otaknya masih seperti Habibie, anak-anak kita nanti tetap berhasil walaupun dalam keadaan terbatas fisiknya.”
Dalam acara yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, S. Hariyanto, mengungkapkan hadirnya UPT Resource Center Gresik ini merupakan salah satu keinginan dari Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah.

Ia pun memberi selamat kepada Aminatun karena sedikit demi sedikit impiannya membangun pelayanan untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) telah terwujud.
“Awal beliau menjadi Wakil Bupati, beliau punya keinginan untuk membangun layanan ABK di berbagai tempat,” ungkapnya.
“Dan ini sudah mulai terwujud, kemarin di Bawean, hari ini di Korwil Selatan.”
Meski begitu, Hariyanto menjelaskan masih ada 2 PR, yakni 1 pelayanan lagi di Korwil Selatan dan 1 di Korwil Utara. (Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)




