Pengguna Akun Belajar.id Bisa Akses Canva Premium Gratis, Ini Keuntungan Lainnya

Akun belajar.id yang diciptakan Kemendikbudristek tak hanya sebagai akun pembelajaran bagi siswa, guru dan tenaga kependidikan. 

Lebih dari itu, akun belajar.id kini dapat digunakan sebagai single sign-on(SSO) yang bisa masuk ke beberapa platform seperti Rapor Pendidikan, Rumah Belajar, Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Profesional Berkelanjutan (SIM PKB) hingga Platform Merdeka Mengajar (PMM).  

Berbagai keuntungan menggunakan akun belajar.id diuraikan Rahmad, Kapten Belajar.id dalam kegiatan Berbagi Cerita Antar UPT Kemendikbudristek di Jawa Timur yaitu BBPMP, BBPPMPV BOE, BBGP, dan Balai Bahasa yang digelar Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur di Hotel Novotel Samator Surabaya pada Jumat (8/9/2023).

Dijelaskan Rahmad, salah satu kentungan memiliki akun belajar.id adalah bisa mengakses aplikasi Canva premium secara gratis.

Hal ini beralasan karena Kemendikbudristek telah membeli lisensi Canva for Education yang bisa dipakai para guru untuk membuat flyer hingga video pembelajaran premium secara gratis.

“Karena itu, mohon bantuan bapak ibu menginformasikan ini. Eman-eman kalau akun belajar.id tidak digunakan karena pemerintah sudah membeli lisensi Canva,” kata Rahmad.

Sementara terkait Rapor Pendidikan yang juga bisa diakses dari akun belajar.id, kini bisa dibuka selain admin. Artinya, guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan bisa mengakses rapor pendidikan, asalkan masih dalam satu satuan pendidikan yang sama.

Rahmad mengungkapkan, akun belajar.id layaknya gmail (google mail) yang bisa diakses sampai kapan pun.

Pernyataan Rahmad ini untuk menjawab kekhawatiran sejumlah kalangan tentang hilangnya akun belajar.id ketika presidennya sudah berganti. 

Menurut Rahmad, akun belajar.id ini secara gratis diberikan oleh google. Ada 40 juta akun, terbagi dalam beberapa pembagian untuk guru, siswa dan dinas.

“Ini sama peruntukannya ketika kita membuat gmail biasa. Dari google sudah menyatakan Ini sama seperti gmail, cuma domain dipakai akun belajar.id. Artinya, siapapun nanti presidennya, akun ini tidak akan hilang. Yang penting di dapodik masih aktif sebagai guru dan tenaga kependidikan,” terangnya.

Bagaimana kalau pindah jenjang pendidikan dari SD ke SMP?

Menurut Rahmad, terkait ini domainnya pasti berubah. Namun hal itu tidak perlu diajukan perubahan. “Biarkan update rilis sesuai dapodik,” katanya.

Rahmad mengingatkan, meskipun akun belajar.id ini memberikan banyak keuntungan, namun harus benar penggunaannya, agar tidak dibanned.

“Ada ibu-ibu di daerah selatan akses e-commerce pakai akun belajar.id, ya dibanned akunnya. Hati-hati ya, jangan juga dipakai  untuk pinjol (pinjaman online),” pesannya.

Akun belajar.id juga akan langsung dibanned jika dipakai untuk mengakses situs yang bermuatan pornoaksi atau kekerasan.

“Akun belajar ini sensitif, seperti anak gadis yang baperan. Mohon hati-hati digunakan,” pesan Rahmad. 

Dikatakan Rahmad, saat ini aktivasi akun belajar.id baru mencapai 43 persen se-Indonesia. Padahal Mendikbudristek berharap paling tidak sudah mencapai angka 80 persen.

Jawa Timur menduduki urutan ke-9 dari jumlah aktivasi terbanyak di Indonesia, dengan urutan kabupaten/kota terbanyak dari Mojokerto, Madiun, Ngawi, Tuban dan Sumenep.

Menurut Rahmad, masih rendahnya aktivasi akun belajar.id disebabkan karena sebagian kepala sekolah belum maksimal memanfaatkan akunnya.

Selain itu admin atau operator belum membantu mendistribusikan akun belajar siswa serta belum pernah memanfaatkan akun belajar dan hanya login saja, lalu lupa password nya.

Karena itu lah dia mengimbau kepada guru, kepala sekolah dan dinas untuk segera aktivasi akun dan memanfaaatkan berbagai keuntungan tersebut. 

“Dibutuhkan sinergitas kolaborasi dan silaturahmi. Kami tidak bisa bergerak sendiri, kami butuh bantuan dan dukungan semua pihak. UPT Kemendikbudristek, dindik provinsi, kabupaten dan kota,” tegasnya. (Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Bagikan Tulisan
Skip to content