BBPMP Jatim Dorong Stakeholder Ikut Mengawal Program Prioritas

Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur mengajak seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) untuk aktif berpartisipasi dalam mengawal tuntas pelaksanaan program prioritas nasional di sektor pendidikan.

Hal ini disampaikan oleh Praptono Kepala BBPMP Jatim, dalam online meeting bertajuk “Mitra Pembangunan, Percepatan Inovasi dan Penguatan PMP 2025”, belum lama ini.

“Upaya pemerataan pendidikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sudah menunjukkan tren positif di Jatim,” katanya.

Menurut Praptono, Jatim telah menunjukkan banyak capaian dalam kurun waktu satu tahun pelaksanaan program prioritas.

Mengacu pada tugas dan fungsi Unit Pelaksana Teknis (UPT), terdapat delapan program prioritas nasional yang menjadi fokus utama, meliputi Transformasi Digitalisasi Pembelajaran, Sistem Penerimaan Murid Baru, Makan Bergizi Gratis, Wajib Belajar 13 Tahun, Penjaminan Mutu Pendidikan, Revitalisasi Satuan Pendidikan, Pengembangan Talenta dan Prestasi Peserta Didik.

Adapun menjelang akhir tahun anggaran 2025, Praptono mengungkapkan masih ada sejumlah pekerjaan yang belum selesai. Sehingga, pihaknya meminta agar program kerja tersebut bisa dikawal.

Baca juga: Capaian Program Prioritas GTK: Penguatan Kompetensi Hingga Kesejahteraan Guru dan Semarak HGN di Sekolah Indonesia Kairo: Keteladanan Guru Adalah Kunci Wujudkan Pendidikan Bermutu

“Dengan waktu yang tersisa hanya satu bulan, fokus utama kita saat ini adalah memastikan pekerjaan terkait revitalisasi satuan pendidikan dapat dikawal dengan baik,” ungkapnya.

Selain itu, BBPMP Jatim juga terus mengupayakan distribusi dan pemanfaatan optimal Interactive Flat Panel (IFP) ke satuan pendidikan, dengan harapan bisa dimanfaatkan sebagai alat pembelajaran di kelas.

“Jadi harapannya, IFP tidak berhenti pada pendistribusian saja tapi juga dimanfaatkan. Sekolah bisa memanfaatkan IFP sebagai alat pembelajaran di kelas, supaya proses belajar jadi lebih menarik dan memotivasi anak-anak,” jelasnya.

Praptono juga menegaskan bahwa hal paling penting yang melekat dengan tugas dan fungsi utama BBPMP adalah bagaimana melakukan penjaminan mutu pendidikan. Untuk mencapai tujuan itu, maka BBPMP tidak bisa bekerja sendirian.

“Maka perlu kerja sama atau sinergi dengan stakeholders terkait. Dengan keterbatasan yang ada, harapannya kita bisa melakukan kerja cerdas dan berkualitas agar capaian belajar anak-anak bisa ditingkatakan,” ujarnya.

Untuk bisa menjadikan Jatim sebagai barometer pendidikan nasional, selain lewat mutu pendidikan juga diharapkan ada bantuan pelayanan dari pemerintah daerah.

“Kepada pemda, kami menekankan berkali-kali untuk terus bisa memberikan pelayanan terbaik supaya Jatim bisa menjadi barometer pendidikan nasional,” pungkasnya.

(Sumber catatan: You Tube BBPMP Provinsi Jawa Timur/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari You Tube BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Bagikan Tulisan
Skip to content