Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan berbagai target prioritas pembangunan di sektor pendidikan untuk tahun 2026, yang selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Mu’ti menekankan komitmen Kemendikdasmen dalam memastikan kualitas pendidikan yang merata dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Ia juga mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Komisi X untuk mendukung penganggaran program-program prioritas Kemendikdasmen, yang ditargetkan dapat memberikan manfaat maksimal dalam memperbaiki kualitas pendidikan nasional.
Salah satu prioritas utama yang dipaparkan adalah rencana penambahan jumlah penerima program pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan.
Mu’ti menjelaskan bahwa semula targetnya adalah 11 ribu satuan pendidikan, namun berdasarkan arahan Presiden, jumlah tersebut akan ditingkatkan menjadi sekitar 60 ribu satuan pendidikan.
Dengan anggaran sebesar Rp14,06 triliun yang dialokasikan pada DIPA Kemendikdasmen untuk tahun anggaran 2026, diharapkan dapat menyasar lebih banyak satuan pendidikan untuk menerima bantuan pembangunan, dengan tujuan meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pendidikan di seluruh Indonesia.
Program digitalisasi pembelajaran juga menjadi salah satu fokus utama dalam rencana tersebut. Mendikdasmen Mu’ti menyampaikan bahwa Presiden telah meminta untuk menambah jumlah papan interaktif digital (PID) yang akan disalurkan ke sekolah-sekolah.
Jika sebelumnya hanya 288.865 unit yang direncanakan, kini jumlahnya akan ditingkatkan menjadi 839.960 unit. Hal ini merupakan langkah besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital, dengan memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih interaktif dan modern.
Tak hanya itu, Mu’ti juga menyampaikan kebijakan terkait bantuan untuk para peserta didik di kelas awal.
Sebagai bagian dari upaya mendukung proses belajar menulis, Kemendikdasmen akan memberikan bantuan untuk pembelian buku tulis dan alat tulis bagi 12.181.306 murid di kelas 1, 2, dan 3 sekolah dasar.
Langkah di atas diambil untuk memastikan bahwa murid-murid di tingkat dasar dapat memperoleh akses yang memadai untuk menunjang kegiatan belajar mereka sejak dini, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada pengembangan keterampilan dasar yang sangat penting.
Selain itu, Program Indonesia Pintar (PIP), yang telah menjadi program andalan untuk memberikan bantuan kepada murid-murid kurang mampu, juga akan diperluas cakupannya pada tahun 2026.
PIP tidak hanya akan disalurkan kepada murid jenjang SD hingga SMA, namun juga akan merambah ke jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang pada tahun mendatang diperkirakan akan menjangkau sekitar 19,48 juta murid.
Program di atas diharapkan dapat membantu lebih banyak anak di Indonesia untuk mengakses pendidikan berkualitas meskipun berasal dari keluarga yang kurang mampu.
Dengan berbagai langkah ini, Kemendikdasmen berusaha untuk menciptakan pendidikan yang lebih inklusif, terjangkau, dan berkualitas.
Mu’ti menekankan bahwa berbagai program prioritas tadi tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga untuk mengurangi kesenjangan akses pendidikan di berbagai daerah.
Pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan, sehingga setiap anak di Indonesia, di mana pun mereka berada, memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita mereka.
Dalam mengimplementasikan program-program tersebut, Kemendikdasmen akan bekerja sama dengan berbagai pihak, baik itu pemerintah daerah, satuan pendidikan, maupun masyarakat.
Dengan dukungan yang kuat dari semua pihak, diharapkan target-target tersebut dapat tercapai dengan optimal, dan memberikan dampak positif bagi perkembangan dunia pendidikan di Indonesia.
Tahun 2026 menjadi tahun yang penuh harapan bagi kemajuan pendidikan di Tanah Air, di mana setiap langkah akan memberikan kontribusi besar bagi masa depan bangsa.
Dengan fokus pada kualitas, aksesibilitas, dan pemerataan pendidikan, kebijakan yang diambil di tahun 2026 diharapkan dapat menjawab tantangan pendidikan di Indonesia.
Melalui berbagai program prioritasnya, Kemendikdasmen ingin memastikan bahwa tidak ada anak yang tertinggal dalam meraih pendidikan yang layak dan berkualitas.
Pendidikan yang lebih baik akan membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak Indonesia untuk berkembang dan mewujudkan potensi mereka secara maksimal.
(Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)




