Menguatkan Peran Widyaprada dalam Penjaminan Mutu Pendidikan

Minggu lalu Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah menyelenggarakan Widyaprada Summit 2025 dengan tema “Widyaprada sebagai Motor Penjaminan Mutu Pendidikan Menuju Layanan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”

Kegiatan di atas menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat sistem penjaminan mutu pendidikan di Indonesia, melibatkan berbagai kepala Balai Besar dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP), serta perwakilan dari Dinas Pendidikan seluruh Indonesia.

Widyaprada, sebagai salah satu ujung tombak dalam penjaminan mutu pendidikan, mendapatkan sorotan penting dalam forum ini.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan pentingnya transformasi peran widyaprada. Ia menyampaikan bahwa widyaprada tidak lagi hanya berfungsi sebagai pelaksana administratif, tetapi harus bertransformasi menjadi agen penjaminan mutu yang berbasis kompetensi, pengetahuan, dan pengalaman.

Wamen Atip menegaskan, bahwa untuk mencapai peningkatan mutu pendidikan yang signifikan, peran widyaprada harus mengarah pada otoritas substantif, bukan hanya sebatas kewenangan struktural yang terbatasi pada pengelolaan administratif.

Pernyataan Wamen Atip menggarisbawahi betapa vitalnya kontribusi widyaprada dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Penjaminan mutu pendidikan, menurutnya, tidak dapat berjalan optimal jika hanya bergantung pada proses birokratis.

Widyaprada memiliki pengalaman yang sangat berharga di lapangan, yang memungkinkan mereka untuk memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kualitas pendidikan. Keberhasilan capaian belajar peserta didik, termasuk hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), sangat dipengaruhi oleh kualitas pendampingan yang diberikan oleh widyaprada kepada para guru di sekolah.

Widyaprada Summit 2025 dimulai dengan Call for Papers yang menarik perhatian dari berbagai penjuru Indonesia. Sebanyak 113 karya tulis dikirimkan dan dari jumlah tersebut, enam karya terbaik terpilih untuk dipresentasikan.

Karya-karya tadi mengangkat berbagai topik terkait praktik baik dalam penguatan mutu pendidikan, seperti literasi, inklusi, pendidikan karakter, dan pengembangan model penjaminan mutu. Karya terbaik tersebut tidak hanya menginspirasi, tetapi juga memberikan gambaran konkret tentang langkah-langkah praktis yang dapat diambil untuk meningkatkan mutu pendidikan di berbagai daerah.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, dalam laporannya menyampaikan bahwa widyaprada memegang peranan penting dalam pemetaan mutu pendidikan, pendampingan, serta pengembangan model penjaminan mutu di satuan pendidikan dan daerah.

Ia menegaskan bahwa visi Kemendikdasmen untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua sangat bergantung pada peran strategis widyaprada. Hal ini menunjukkan betapa krusialnya kedudukan mereka dalam mencapai tujuan besar tersebut.

Ketua Umum Pengurus Pusat Asosiasi Widyaprada Indonesia (AWI), Harris Iskandar, juga mengungkapkan pandangannya bahwa widyaprada harus menjadi agen perubahan yang proaktif dalam meningkatkan mutu pendidikan. Widyaprada harus mampu menjadi fasilitator yang tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga menggagas dan mengembangkan kompetensi yang relevan dengan tuntutan zaman.

Dengan adanya data-driven mindset dan analisis yang lebih mandiri, widyaprada diharapkan dapat menjadi advisor yang handal bagi pemerintah daerah dan satuan pendidikan dalam merumuskan kebijakan dan program yang berdampak langsung pada peningkatan mutu.

Selain sesi-sesi berbobot dalam summit ini, para peserta juga mendapatkan wawasan internasional melalui sesi International Sharing, yang menghadirkan Hywell Coleman dari Tanoto Foundation dan Jenny Lewis dari INOVASI.

Mereka berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang bagaimana penjaminan mutu pendidikan dapat dilakukan secara lebih efektif dengan melibatkan berbagai pihak dalam ekosistem pendidikan. Kegiatan ini disiarkan langsung melalui kanal Youtube Ditjen PAUD Dikdasmen, memberikan kesempatan bagi lebih banyak orang untuk mengikuti perkembangan penting dalam dunia pendidikan.

Dapat juga disimak melalui tautan berikut: https://tr.ee/widyapradasummit2025

Kemendikdasmen menekankan bahwa Widyaprada Summit 2025 bukan hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan dan pengalaman, tetapi juga momentum penting untuk menghimpun praktik baik, memperkuat jejaring antar-widyaprada, serta mendorong kolaborasi yang lebih erat dalam penjaminan mutu pendidikan di seluruh Indonesia.

Harapannya, melalui forum tersebut, peran widyaprada dapat semakin optimal dalam mendukung penyediaan layanan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh peserta didik.

Widyaprada Summit 2025 memperlihatkan tekad Kemendikdasmen dalam memastikan pendidikan berkualitas yang dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.

Dengan memperkuat kompetensi widyaprada dan memperluas kontribusinya dalam penjaminan mutu pendidikan, langkah ini diharapkan akan membawa Indonesia lebih dekat pada tujuan pendidikan yang lebih baik, lebih inklusif, dan lebih merata. Sebuah langkah penting untuk menjadikan pendidikan Indonesia benar-benar bermutu bagi semua anak bangsa.

(Sumber catatan: You Tube Ditjen PAUD Dikdasmen/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari You Tube Ditjen PAUD Dikdasmen)

Bagikan Tulisan
Skip to content