Peningkatan mutu pendidikan membutuhkan data yang akurat sebagai dasar dalam menentukan langkah perbaikan.
Melalui pengembangan aplikasi SIMANTAP versi 2.0, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur menghadirkan layanan data yang membantu pemerintah daerah, pengawas, dan satuan pendidikan dalam memantau kondisi pendidikan secara lebih terarah.
Kepala Bagian Umum BBPMP Jawa Timur Rizqi menjelaskan bahwa salah satu layanan penting dalam SIMANTAP adalah penyediaan data penjaminan mutu yang dapat digunakan pemerintah daerah untuk melihat perkembangan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) dari waktu ke waktu.
Data tersebut memberikan gambaran apakah capaian mutu pendidikan mengalami peningkatan atau masih membutuhkan perbaikan.
Melalui SIMANTAP, pemerintah daerah dapat melihat perkembangan capaian SPM berdasarkan data setiap wilayah.
Perubahan capaian dari tahun ke tahun dapat menjadi bahan evaluasi untuk menentukan program peningkatan mutu yang lebih tepat sasaran.
Data yang tersedia dalam aplikasi ini juga menjadi dasar bagi BBPMP Jawa Timur dalam memberikan advokasi kepada pemerintah daerah.
Ketika terdapat indikator yang belum optimal, pemerintah daerah dapat memperoleh gambaran mengenai bagian yang perlu diperbaiki agar capaian mutu pendidikan dapat meningkat pada tahun berikutnya.
SIMANTAP versi 2.0 memberikan kemudahan dalam mengakses informasi pendidikan.
Jika sebelumnya pengguna harus membuka berbagai menu secara terpisah, kini data dapat dilihat secara lebih terintegrasi melalui wilayah kecamatan.
Dari tingkat kecamatan, pengguna dapat melihat satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP hingga PKBM.
Dalam satu tampilan, pengguna dapat memperoleh informasi terkait rombongan belajar, rapor pendidikan, tenaga pendidik, serta kinerja satuan pendidikan dalam pemanfaatan dana BOS untuk penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang akan menjadi dasar penyusunan ARKAS.
Ketersediaan data tersebut membantu pemerintah daerah dalam melakukan perencanaan pendidikan.
Misalnya, data rombongan belajar dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan kebutuhan jumlah kelas yang harus dibuka berdasarkan jumlah peserta didik dan lulusan pada tahun sebelumnya.
Informasi mengenai ruang kelas, kebutuhan guru, serta kondisi tenaga pendidik juga dapat dimanfaatkan untuk melihat kesesuaian layanan pendidikan di setiap sekolah.
Dengan data tersebut, pemerintah daerah dapat menentukan kebutuhan sumber daya secara lebih tepat.
SIMANTAP juga memberikan gambaran mengenai akreditasi satuan pendidikan.
Melalui aplikasi ini, pemerintah daerah dapat melihat jumlah sekolah yang telah memiliki akreditasi A, B, C, maupun sekolah yang belum terakreditasi.
Data akreditasi tersebut menjadi dasar bagi pengawas dan dinas pendidikan untuk menentukan langkah pendampingan.
Sekolah yang masih berada pada kategori tertentu dapat diberikan pembinaan agar mampu meningkatkan kualitas layanan dan memenuhi standar akreditasi yang lebih baik.
Melalui satu aplikasi, dinas pendidikan dapat memantau berbagai aspek mutu pendidikan, mulai dari capaian SPM, kondisi satuan pendidikan, kinerja sekolah, hingga pendampingan yang dilakukan pengawas. Informasi yang terintegrasi ini membantu seluruh pihak bekerja berdasarkan data yang sama.
Pengembangan SIMANTAP versi 2.0 menunjukkan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan pendidikan.
Dengan data yang lebih mudah diakses dan dianalisis, upaya peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan secara lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan.
(Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)


