Kemendikdasmen Genjot Infrastruktur dan Teknologi untuk Perkuat Mutu Pendidikan

Pemerintah menempatkan Pendidikan Bermutu untuk Semua sebagai komitmen utama dalam mendukung Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto.

Fokus tersebut diarahkan pada penguatan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, serta penguatan peran berbagai kelompok masyarakat termasuk perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.

Di sektor pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjalankan sejumlah program prioritas untuk mendukung tujuan tersebut.

Program itu mencakup revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru sebagai bagian dari penguatan sistem pendidikan nasional.

Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti memaparkan perkembangan berbagai program tersebut.

Salah satu yang menjadi fokus adalah program revitalisasi satuan pendidikan yang pada tahun 2025 telah terealisasi sepenuhnya dan menjangkau 16.167 satuan pendidikan dengan dukungan anggaran lebih dari Rp16,9 triliun.

Untuk tahun 2026, pelaksanaan revitalisasi juga telah berjalan hampir 70 persen dari alokasi yang direncanakan.

Sebanyak 11.744 satuan pendidikan telah masuk tahap pengerjaan dan ditargetkan rampung antara Juli hingga Agustus 2026 agar dapat digunakan pada awal tahun ajaran baru 2026/2027.

Program revitalisasi ini juga dijalankan melalui skema swakelola yang tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas fasilitas pendidikan, tetapi juga memberikan efek ekonomi bagi masyarakat.

Skema tersebut diperkirakan menyerap sekitar 1,1 juta tenaga kerja dengan durasi pekerjaan antara tiga hingga delapan bulan.

Selain perbaikan infrastruktur pendidikan, Kemendikdasmen juga mendorong transformasi pembelajaran melalui digitalisasi.

Pada tahun 2025, sebanyak 288.865 Interactive Flat Panel telah didistribusikan ke satuan pendidikan di seluruh Indonesia sebagai bagian dari penguatan proses pembelajaran berbasis teknologi.

Perangkat tersebut telah digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dan menunjukkan dampak pada peningkatan kualitas pembelajaran.

Hasil kajian juga mencatat adanya peningkatan motivasi belajar murid melalui pemanfaatan teknologi di ruang kelas.

Seluruh rangkaian program ini menunjukkan arah kebijakan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas proses pembelajaran.

Pemerintah menempatkan pendidikan sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Baca juga: Mendikdasmen: Tunjangan Guru Non-ASN Naik Jadi Rp 2 Juta, ASN Sebesar Gapok

Simak juga video berikut:

(Sumber catatan: Kemendikdasmen/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image dan Kemendikdasmen)

Bagikan Tulisan
Skip to content