Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatur berbagai muatan kegiatan dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026. Kegiatan ini dirancang untuk membantu murid baru mengenal lingkungan pendidikan, mulai dari potensi diri, warga sekolah, kurikulum, hingga berbagai aktivitas yang mendukung perkembangan karakter.
Dalam pelaksanaan MPLS Ramah, sekolah memiliki kewenangan menentukan seragam dan atribut yang digunakan oleh murid baru. Namun, Kemendikdasmen menegaskan bahwa ketentuan tersebut tidak boleh menjadi beban bagi murid maupun orang tua atau wali murid. Prinsip kemudahan dan kepatutan tetap harus menjadi perhatian sekolah.
Kegiatan MPLS Ramah dilaksanakan di lingkungan sekolah. Apabila sekolah merencanakan kegiatan di luar lingkungan sekolah, pelaksanaannya harus memperoleh persetujuan dari dinas pendidikan terkait. Selain itu, sekolah juga wajib memberikan sosialisasi kepada orang tua atau wali murid mengenai pelaksanaan MPLS melalui pemberitahuan tertulis, pertemuan langsung, atau media komunikasi lain yang efektif.
Salah satu bagian penting dalam MPLS Ramah adalah pengenalan potensi diri murid. Melalui kegiatan ini, guru mulai memahami karakter, kebutuhan, dan kondisi setiap murid baru sebagai dasar dalam menyusun proses pembelajaran yang lebih tepat dan menyenangkan.
Masa awal masuk sekolah menjadi periode penting bagi murid untuk beradaptasi secara sosial, emosional, dan akademik. Dengan mengenali potensi diri sejak awal, sekolah dapat membantu murid membangun rasa percaya diri dan kesiapan dalam mengikuti pembelajaran.
Selain mengenal diri sendiri, murid baru juga diperkenalkan dengan warga dan lingkungan sekolah. Kegiatan ini bertujuan membangun hubungan yang baik antara peserta didik dengan seluruh ekosistem sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga sesama murid.
Melalui pengenalan warga sekolah, MPLS Ramah mendorong terbentuknya komunikasi yang positif dan rasa saling menghormati. Hubungan yang baik sejak awal diharapkan dapat menciptakan suasana sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
Murid baru juga mendapatkan pengenalan terhadap kurikulum yang diterapkan di sekolah. Materi ini memberikan gambaran mengenai sistem pembelajaran, metode belajar, serta struktur kegiatan akademik yang akan dijalani selama berada di jenjang pendidikan yang baru.
Dalam pelaksanaan MPLS Ramah, sekolah juga memberikan berbagai materi pembelajaran. Materi tersebut terdiri atas materi utama yang wajib diberikan dan materi pilihan yang disesuaikan dengan karakter serta kebutuhan masing-masing sekolah.
Materi utama dalam MPLS Ramah mencakup Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, sopan dan santun dalam bermedia sosial, serta budaya senyum, salam, sapa, sopan, dan santun. Materi tersebut menjadi bagian dari penguatan karakter murid sejak awal memasuki lingkungan sekolah.
Selain pengenalan dan pembekalan materi, MPLS Ramah juga memberikan ruang bagi murid untuk menunjukkan kreativitas melalui kegiatan unjuk karya. Sekolah dapat menyelenggarakan pentas seni atau pameran kreativitas sebagai wadah untuk menampilkan bakat, prestasi, dan potensi peserta didik.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, MPLS Ramah 2026 diarahkan menjadi proses awal yang membantu murid mengenal sekolah secara menyeluruh. Kegiatan ini tidak hanya mengenalkan tempat belajar, tetapi juga membangun kesiapan murid untuk tumbuh, berinteraksi, dan berkembang dalam lingkungan pendidikan yang positif.
Simak juga webinar tentang MPLS Ramah BBPMP Provinsi Jawa Timur berikut:
*Selengkapnya tentang MPLS Ramah ada di sini
(Sumber catatan: Tirto.id/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

