Imbaskan Pemanfaatan SIMANTAP dan SPMI, SMA 1 Sapeken Undang Lima SMA Swasta di Kecamatan Sapeken

Inside School – Mengenalkan aplikasi SIMANTAP, sebuah aplikasi yang dikembangkan oleh Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur, SMAN 1 Sapeken menggelar kegiatan peningkatan kualitas pendidikan di wilayah tersebut dengan tema pengimbasan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)

Acara yang berlangsung pada Rabu, 24 September 2025, di lobi kepala sekolah SMAN 1 Sapeken, yang menjadi pusat perhatian dalam rangkaian acara tersebut dipandu oleh Kepala SMA 1 Sepeken Fujianto dan diikuti oleh kepala sekolah dan operator dari lima SMA swasta di Kecamatan Sapeken.

Sekolah-sekolah yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini antara lain SMA IPB Pagerungan Besar, SMA NU Skala, SMA Sabilul Muttaqin Sadulang Besar, SMA Luqmanul Hakim Sadulang Besar, dan SMA Nurul Hasan Sabuntan.

Kegiatan dimulai dengan pemaparan materi mengenai pentingnya peningkatan mutu pendidikan di sekolah, yang menjadi topik utama dalam acara tersebut. Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam materi tersebut adalah pengenalan 8 Standar Nasional Pendidikan, yang menjadi dasar penting dalam mewujudkan pendidikan berkualitas.

Pemahaman tadi kemudian berkembang menjadi diskusi yang hangat di antara para peserta, yang saling bertukar pengalaman dan wawasan mengenai tantangan pendidikan di daerah mereka.

Setelah pemaparan materi, dilanjutkan sesi praktik.

Setiap sekolah bersama operator membuka rapor pendidikan mereka melalui aplikasi SIMANTAP. Aplikasi ini memberikan tampilan capaian mutu pendidikan sekolah dalam bentuk indikator yang diberi simbol warna.

Indikator yang berwarna merah menjadi perhatian utama para peserta, karena menandakan bahwa capaian mutu pendidikan di sekolah tersebut masih rendah dan membutuhkan perhatian segera.

“Dari indikator yang berwarna merah inilah kita mulai bergerak. Merah bukan berarti gagal, tapi itu adalah tanda untuk segera mencari solusi bersama demi perbaikan ke depan,” jelas Fujianto dalam arahannya kepada para peserta.

Pentingnya aplikasi SIMANTAP tidak hanya terletak pada kemampuannya untuk memberikan gambaran capaian mutu pendidikan, tetapi juga dalam mengarahkan sekolah untuk merancang program peningkatan yang lebih terfokus dan berbasis data.

Dengan adanya aplikasi ini, sekolah-sekolah swasta di wilayah Sapeken diharapkan dapat lebih terarah dalam merencanakan dan melaksanakan program-program perbaikan mutu pendidikan.

SIMANTAP menjadi instrumen yang sangat berharga dalam evaluasi dan perencanaan berbasis data, yang memungkinkan sekolah untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam sistem pendidikan mereka.

Selain materi-materi teknis, kegiatan ini juga membangkitkan semangat dan antusiasme yang besar di kalangan peserta. Semua pihak, baik itu kepala sekolah maupun operator, menunjukkan komitmen yang kuat untuk membawa pendidikan di Kepulauan Sapeken menuju standar mutu yang lebih baik.

Diskusi dan kerja sama yang terjalin selama kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, sehingga kualitas pendidikan di wilayah tersebut terus meningkat.

Dengan adanya pengimbasan dan pengenalan teknologi seperti SIMANTAP, pendidikan di wilayah terpencil seperti Sapeken semakin dapat terpantau dan diperbaiki secara sistematis. Langkah ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga merupakan usaha bersama dari seluruh elemen pendidikan di daerah.

Semoga kegiatan ini menjadi titik awal bagi perubahan positif yang berkelanjutan dalam dunia pendidikan, tidak hanya di Sapeken, tetapi juga di seluruh Indonesia.

(Sumber catatan: SMA 1 Sapeken/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari SMA 1 Sapeken)

Bagikan Tulisan
Skip to content